Kim Jong Un Serukan Percepatan Pengembangan Nuklir Saat Kunjungi Fasilitas Baru

- Kamis, 04 Juni 2026 | 13:35 WIB
Kim Jong Un Serukan Percepatan Pengembangan Nuklir Saat Kunjungi Fasilitas Baru

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyatakan tekadnya untuk mempercepat pengembangan kemampuan militer nuklir negaranya secara signifikan. Pernyataan itu disampaikan saat ia mengunjungi sebuah fasilitas nuklir baru, sebagaimana dilaporkan oleh media pemerintah setempat. Langkah ini kembali menegaskan ambisi Pyongyang di tengah tekanan internasional yang terus berlangsung.

Dalam kunjungan pada Rabu (3/6) waktu setempat, Kim mendatangi sebuah pabrik produksi material nuklir yang baru saja diresmikan. Kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa pemimpin tertinggi itu menekankan pentingnya rencana masa depan yang ambisius untuk meningkatkan kekuatan nuklir negara dengan laju eksponensial. Ia juga mengklaim bahwa kapasitas produksi material nuklir kelas senjata telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Meskipun lokasi fasilitas tersebut tidak diungkapkan secara resmi, sejumlah analis menduga tempat itu adalah pabrik pengayaan uranium yang baru selesai dibangun di kawasan Yongbyon. Korea Utara selama ini diketahui mengoperasikan fasilitas pengayaan uranium di tiga lokasi utama, yakni Yongbyon, Kangson, dan Kusong. Negeri komunis itu diyakini telah memiliki puluhan hulu ledak nuklir.

Di sisi lain, Korea Utara tetap bersikukuh mempertahankan persenjataan nuklirnya dan menyebutnya sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah. Sikap ini merupakan bentuk penolakan terhadap tekanan dari Amerika Serikat yang selama ini mendorong denuklirisasi Semenanjung Korea. Pyongyang telah menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir pada tahun 1993 dan sejak itu telah melakukan enam kali uji coba nuklir.

Sementara itu, Korea Utara telah melaksanakan delapan uji coba rudal sepanjang tahun ini. Menurut para analis, langkah tersebut kemungkinan mencerminkan upaya Pyongyang untuk memanfaatkan terkikisnya norma-norma internasional demi memperkuat status nuklirnya. Situasi ini menambah ketegangan di kawasan dan menjadi perhatian serius bagi komunitas global.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar