Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, baru saja memberikan kejutan manis di tengah acara Wisuda dan Dies Natalis ke-63 Universitas Pattimura (Unpatti) di Ambon. Bukan sekadar sambutan, ia langsung mengumumkan pemberian beasiswa untuk seorang lulusan terbaik. Namanya Claris Fransiska Lali Neka.
Claris ini bukan mahasiswa sembarangan. Perempuan asal NTT itu yang kesehariannya tumbuh sebagai anak buruh pelabuhan berhasil menyabet predikat cumlaude. Bukan hanya itu, IPK-nya sempurna: 4,00. Angka yang bikin siapa pun melongo. Dari keluarga yang secara ekonomi pas-pasan, tapi tekadnya baja.
Di atas panggung, Eddy bercerita dengan nada bangga. “Kita hari ini bisa bertemu dengan mahasiswa yang diwisuda Unpatti dengan angka sempurna 4,00 dari keluarga yang secara ekonomi tidak mampu, tetapi memiliki tekad kuat untuk kuliah. Dan hari ini ia membuktikan kepada semua orang bahwa apa yang dicita-citakannya untuk meraih gelar sarjana dapat diperoleh dengan hasil maksimal,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Menurut Eddy, kisah Claris bukan cuma soal angka. Ini bukti nyata: tembok ekonomi setinggi apa pun bisa diruntuhkan. Prestasi ini, kata dia, sekaligus jadi tamparan manis buat kita semua bahwa dukungan untuk generasi muda berprestasi itu penting, terutama mereka yang datang dari titik nol.
Lalu, apa rencana selanjutnya? Eddy tidak main-main. Ia berjanji bakal mengupayakan Claris bisa lanjut ke jenjang magister. Salah satu jalannya adalah melalui perpanjangan beasiswa KIP Kuliah yang dulu sudah ia nikmati saat S1. Tapi kalau ternyata tak bisa? Eddy angkat bicara.
“Ketika nanti ananda Claris Fransisca akan melanjutkan studi S2, kami akan perjuangkan beasiswa KIP Kuliah yang sebelumnya sudah ia dapatkan pada jenjang S1. Kalaupun ternyata tidak dapat, saya pribadi akan bertanggung jawab agar Claris bisa melanjutkan studi ke S2.”
Pernyataan itu disampaikan langsung di depan rektor dan seluruh civitas academica. Suasana haru, tentu. Claris sendiri, katanya, hanya bisa menunduk mungkin sambil menahan tangis. Bayangkan, dari keluarga buruh pelabuhan, kini pintu S2 terbuka lebar.
Eddy juga menambahkan, kisah Claris ini bukan sekadar cerita sukses individu. Ini adalah inspirasi. “Ini saya sampaikan di hadapan rektor dan civitas academica Unpatti. Semoga ananda Claris meraih cita-citanya dengan beasiswa itu,” tutupnya.
Di sisi lain, acara dies natalis kali ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh. Mulai dari jajaran rektorat dan dekan Unpatti, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun, hingga Sekda Provinsi Maluku Ir. Sadali. Semua hadir, menyaksikan satu momen kecil yang terasa besar: seorang anak buruh pelabuhan yang membalikkan keadaan dengan sempurna.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Akan Temui Menteri PANRB Bahas Gaji Macet 3.823 Tenaga Honorer Jabar
Lima Pria Ditangkap di Ciliwung, Rencana Jual Daging Ikan Sapu-Sapu untuk Siomai Digagalkan
Harga Hewan Kurban di Bojonegoro Naik Rp1–3 Juta per Ekor Jelang Iduladha, Stok Aman
Wakil Ketua Komisi I DPR Desak PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL usai Praka Rico Gugur di Lebanon