Sheet Pile Retak, Warga Jembatan Gantung Terendam dan Frustrasi Menunggu Perbaikan

- Jumat, 30 Januari 2026 | 10:18 WIB
Sheet Pile Retak, Warga Jembatan Gantung Terendam dan Frustrasi Menunggu Perbaikan

Hujan yang tak henti-hentinya sejak Kamis lalu benar-benar membuat warga Jalan Jembatan Gantung, Jakarta Barat, kelimpungan. Kawasan di samping Kali Mookervart itu masih terendam air pada Jumat (30/1) pagi. Genangannya parah.

Desti (29), salah seorang warga, masih terlihat lelah. Rumahnya yang persis berbatasan dengan kali itu kemalaman digenangi banjir. "Masuk. Iya, tuh sedih banget rumah saya itu rendah. Kasur saya aja roboh," keluhnya. Menurut Desti, air sempat masuk ke dalam rumahnya setinggi sekitar 50-60 sentimeter.

Bukan cuma di dalam rumah. Di jalan depan, situasinya lebih mengkhawatirkan. "Segini (seperut), (ketinggian air) semalam," ujar Desti sambil menunjukkan ketinggian air yang sempat menyentuh sekitar 90 sentimeter atau seperut orang dewasa pada Kamis malam.

Ia menceritakan, banjir sebenarnya sudah mulai merayap sejak Kamis pagi. Tapi puncaknya benar-benar terjadi saat malam tiba. "Iya pagi itu, Pak, udah mulai tinggi. Itu aja (jalan) udah apa, enggak kelihatan sama sekali. Malam lebih tinggi," tuturnya.

Lantas, apa penyebabnya? Menurut Jainuri (52), petugas Suku Dinas Sumber Daya Air setempat, akar masalahnya ada pada struktur penahan tebing kali yang disebut sheet pile. Sheet pile Kali Mookervart itu rusak.

"Ya limpas airnya. Kalau airnya tinggi, sungainya tuh, jadi sheet pile-nya pada retak tuh. Nah, jadi dia limpas kemari, bocor," jelas Jainuri. Ia meyakini, andai sheet pile itu dalam kondisi rapat, permukiman warga takkan kebanjiran seperti sekarang.

Yang membuatnya kesal, laporan kerusakan itu seolah menguap begitu saja. "Sheet pile-nya kita udah kita laporin dari tahun kemarin, memang belum ditindaklanjutin," ungkapnya. Ia menyebut perbaikan itu adalah wewenang Dinas Pekerjaan Umum, bukan pemerintah daerah setempat. Sejak tahun 2025 laporan sudah masuk, tapi tindak lanjutnya nihil.

"Kalau kita tugasnya nih yang buang dari ini aja, saluran aja, saluran warga. Kalau memang kemarin ini rapat, itu enggak bakalan kejadian kayak gini," tambah Jainuri, terdengar frustrasi.

Dengan kondisi saat ini, pilihannya cuma satu: terus memompa. "Ya kita ekstra terus, operasional terus pompa. Ini sisa semalam kayak gini udah, kemarin. Pompa operasional terus pokoknya," pungkasnya. Upaya itu dilakukan agar air yang menggenang segera surut dan warga bisa bernapas lega.

Sementara itu, di Jembatan Gantung, air keruh masih menyelimuti jalan. Warga hanya bisa menunggu dan berharap hujan tak lagi mengguyur dengan intensitas yang sama.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar