Hujan yang tak henti-hentinya sejak Kamis lalu benar-benar membuat warga Jalan Jembatan Gantung, Jakarta Barat, kelimpungan. Kawasan di samping Kali Mookervart itu masih terendam air pada Jumat (30/1) pagi. Genangannya parah.
Desti (29), salah seorang warga, masih terlihat lelah. Rumahnya yang persis berbatasan dengan kali itu kemalaman digenangi banjir. "Masuk. Iya, tuh sedih banget rumah saya itu rendah. Kasur saya aja roboh," keluhnya. Menurut Desti, air sempat masuk ke dalam rumahnya setinggi sekitar 50-60 sentimeter.
Bukan cuma di dalam rumah. Di jalan depan, situasinya lebih mengkhawatirkan. "Segini (seperut), (ketinggian air) semalam," ujar Desti sambil menunjukkan ketinggian air yang sempat menyentuh sekitar 90 sentimeter atau seperut orang dewasa pada Kamis malam.
Ia menceritakan, banjir sebenarnya sudah mulai merayap sejak Kamis pagi. Tapi puncaknya benar-benar terjadi saat malam tiba. "Iya pagi itu, Pak, udah mulai tinggi. Itu aja (jalan) udah apa, enggak kelihatan sama sekali. Malam lebih tinggi," tuturnya.
Lantas, apa penyebabnya? Menurut Jainuri (52), petugas Suku Dinas Sumber Daya Air setempat, akar masalahnya ada pada struktur penahan tebing kali yang disebut sheet pile. Sheet pile Kali Mookervart itu rusak.
Artikel Terkait
Modus Uang Palsu di Balik Receh, Gerai Pulsa Tembung Dua Kali Jadi Korban
Janji Cerah Menkeu Baru, Defisit APBN Tetap Merah di Angka Rp638,8 Triliun
Tetangga Tua Dibegal dan Dibakar, Motifnya Cuma Butuh Uang ke Jakarta
Astaga, Kita Masih Terjajah? Kritik Sutoyo Soal Dominasi RRC dan Penguasa yang Limbung