Di tengah hiruk-pikuk Mobile World Congress (MWC) Barcelona awal Maret lalu, sebuah kesepakatan strategis ditandatangani. PT Telkom Indonesia, lewat anak usahanya NeutraDC, menjalin kolaborasi dengan raksasa teknologi Huawei. Nota Kesepahaman atau MoU itu fokus pada pengembangan infrastruktur digital dan ekosistem data center.
Menurut sejumlah saksi, penandatanganan dilakukan oleh tiga orang kunci. Ada Seno Soemadji dari Telkom, Andreuw Th.A.F. dari NeutraDC Group, dan Chi Kaichao mewakili Huawei. Ajang MWC Barcelona, yang dikenal sebagai panggung utama teknologi global, dipilih sebagai momentum peluncuran kerjasama ini.
Lalu, apa inti dari kolaborasi ini? Pada dasarnya, ini adalah langkah TelkomGroup untuk memperkuat bisnis infrastruktur digitalnya. Mereka membuka peluang sinergi teknologi dengan Huawei, dengan harapan bisa menciptakan ekosistem data center yang lebih andal dan efisien.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menegaskan komitmen perusahaan.
“Penandatanganan MoU di ajang MWC Barcelona ini menjadi simbol komitmen Telkom untuk terus bertransformasi sebagai digital telco kelas dunia. Kolaborasi strategis dengan Huawei akan memperkuat kapabilitas infrastruktur digital, mempercepat inovasi solusi enterprise, serta memastikan kesiapan talenta kami dalam menjawab kebutuhan transformasi digital nasional,” ujar Seno.
Rinciannya, kerjasama akan menjajaki penguatan ekosistem data center. Huawei bisa mempertimbangkan penggunaan fasilitas data center milik NeutraDC untuk layanannya. Termasuk di dalamnya adalah peluang penempatan availability zone dari Huawei Cloud, tentu saja dengan mengikuti regulasi yang berlaku.
Tak cuma itu. Huawei juga berkomitmen untuk berbagi informasi seputar inovasi teknologi data center terbaru. Mulai dari teknologi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), hingga arsitektur perangkat keras berbasis AI dan solusi pendukung keberlanjutan. Ilmu ini diharapkan bisa jadi referensi berharga bagi pengembangan kapabilitas NeutraDC.
Sebagai informasi, NeutraDC sendiri sudah punya aset nyata. Mereka telah mengoperasikan fasilitas hyperscale data center NeutraDC Nxera Batam yang diklaim AI-ready. Lokasinya strategis, berada di kawasan SIJORI, dan didukung ekosistem konektivitas internasional.
CEO NeutraDC Group, Andreuw Th.A.F., menyambut baik kolaborasi ini.
“Kolaborasi dengan Huawei membuka peluang bagi NeutraDC untuk terus menghadirkan infrastruktur data center yang scalable, efisien, dan siap mendukung kebutuhan AI serta cloud di masa depan. Kami percaya sinergi ini akan memperkuat ekosistem digital yang semakin andal dan berdaya saing global,” jelasnya.
Pihak Huawei punya pandangan yang sejalan. Director Huawei, Chi Kaichao, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari upaya mendukung ekosistem digital yang lebih maju.
“Melalui kolaborasi ini, Huawei berharap dapat memperkuat sinergi dengan Telkom dan NeutraDC dalam menghadirkan teknologi data center dan infrastruktur digital yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan. Kami percaya kerja sama ini dapat membuka peluang baru dalam pengembangan ekosistem cloud dan digital infrastructure yang mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia,” kata Chi Kaichao.
Di sisi lain, kolaborasi ini bukan satu-satunya agenda. Dalam rangkaian MWC Barcelona, Seno Soemadji juga menggelar pertemuan strategis dengan jajaran Huawei, termasuk VP Carrier Sales James Zhang. Pertemuan itu membahas arah kolaborasi jangka panjang, mencakup hyperscale data center, jaringan generasi lanjut, dan penguatan kapabilitas B2B ICT Telkom.
Pada akhirnya, semua inisiatif ini bermuara pada satu visi besar: mempercepat pengembangan ekosistem digital nasional. Telkom, melalui orkestrasi dengan mitra teknologi global seperti Huawei, berusaha memperkuat perannya sebagai enabler utama infrastruktur digital Indonesia. Tujuannya jelas, mendukung agenda transformasi ekonomi digital yang sedang bergulir.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun