Pengendara Motor Nekat Melintasi Jembatan Rel Kereta di Petamburan, Petugas Kewalahan

- Selasa, 16 Juni 2026 | 12:20 WIB
Pengendara Motor Nekat Melintasi Jembatan Rel Kereta di Petamburan, Petugas Kewalahan

Sebuah jembatan rel kereta api di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendadak menjadi sorotan publik setelah video pengendara ojek online (ojol) nekat melintasinya viral di media sosial. Padahal, infrastruktur tersebut sama sekali tidak diperuntukkan bagi kendaraan bermotor.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (16/6/2026), jembatan itu berada tepat di area Pintu Air Karet. Di sisi baratnya terdapat Pasar Pintu Air Petamburan, sementara sisi sebaliknya mengarah ke jalan menuju Stasiun Tanah Abang. Di titik tersebut, jalur kereta api dipisahkan oleh dua jembatan, dan di sisinya hanya tersedia jalan sempit yang hanya cukup untuk pejalan kaki.

Kondisi perlintasan di sisi jalan menuju Stasiun Tanah Abang tidak dilengkapi palang pintu otomatis. Jalan yang ada hanya berukuran kecil dan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor. Untuk mengatur lalu lintas, terlihat seorang petugas berjaga di perlintasan tanpa palang itu. Ia bertugas menghentikan pengendara motor yang hendak melintas ketika ada kereta yang mendekat.

Sementara itu, perlintasan di sisi Pasar Pintu Air Petamburan memiliki palang pintu otomatis yang berfungsi aktif setiap kali kereta akan melintas. Perbedaan fasilitas ini menimbulkan celah yang kerap dimanfaatkan pengendara nekat.

Aji, warga sekitar yang juga bertugas sebagai penjaga perlintasan, mengaku sering melihat pengendara motor melintasi jembatan kereta tersebut. Menurutnya, sebagian besar pelanggar adalah warga lokal yang sulit ditegur.

“Sering, kadang gak ada omongan masuk-masuk aja, makanya kita omongin. Kalau mau masuk mah bilang dulu ‘kereta udah lewat belum, gitu’ kadang maen slanang slonong aja,” ujar Aji saat ditemui di lokasi.

Ia mengaku kerepotan setiap kali ada pengendara yang nekat menerobos. Kekhawatiran terbesarnya adalah ketika kereta tiba-tiba melintas dalam jarak yang sudah sangat dekat. Jalur kereta dari sisi Stasiun Tanah Abang memiliki bentuk berkelok, sehingga Aji tidak bisa melihat kedatangan kereta dari kejauhan. Kereta baru terlihat setelah keluar dari tikungan.

“Iya kita yang jadi kerepotan, kalau ketabrak kita-kita juga yang kena. Ntar kita dulu yang dibawa (kalau diperiksa),” ungkapnya.

Di sisi lain, Sandi, warga yang tinggal di sekitar lokasi, menyebutkan bahwa banyak pengendara yang menerobos selalu beralasan sedang terburu-buru. Namun, menurutnya, tidak ada waktu pasti kapan pelanggaran itu terjadi.

“Tergantung, paling orang yang mendesak aja lah yang buru-buru, orang daerah seberang,” ujar Sandi.

“Yang lewat nggak tentu paling satu atau dua lah. Nggak (banyak sekaligus), mungkin orang juga lewat sini takut,” sambungnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar