Ledakan Guncang Masjid di Jember Saat Tarawih, Satu Orang Dilarikan ke UGD

- Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45 WIB
Ledakan Guncang Masjid di Jember Saat Tarawih, Satu Orang Dilarikan ke UGD

Suara ledakan keras tiba-tiba mengguncang ketenangan malam di Perumahan Pesona Regency, Jember, Senin (16/3/2026) kemarin. Kejadiannya berlangsung pas saat jamaah lagi khusyuk menjalankan salat tarawih di sebuah masjid setempat. Warga yang panik pun berhamburan keluar, suasana jadi ricuh.

Untungnya, laporan sementara menyebut tak ada korban jiwa. Meski begitu, atap masjid mengalami kerusakan dan satu orang dilarikan ke UGD RSUD dr Soebandi karena dicurigai mengalami pekak telinga akibat dentuman yang begitu menggelegar.

Takmir masjid, Muhammad Fadil, masih tampak syok saat menceritakan kejadian itu. Menurutnya, ledakan terjadi sekitar pukul setengah delapan malam.

"Ledakan cukup keras dan terdengar hingga di kampung sebelah. Satu orang dibawa ke Unit Gawat Darurat di RSUD dr Soebandi karena diduga mengalami pekak telinga,"

katanya, seperti dilansir Antara, Selasa dini hari.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, titik ledakan diduga berasal dari area dekat tempat wudu jamaah laki-laki. Akibatnya, plafon dan etalase lemari buku di masjid itu rusak. Sontak saja, kejadian ini langsung bikin gempar warga sekitar.

Mendapat laporan dari masyarakat, aparat kepolisian pun bergerak cepat. Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, menyebut timnya langsung melakukan sterilisasi lokasi dan memasang garis polisi. Mereka juga mendatangkan tim penjinak bom untuk membantu penyelidikan.

"Kami belum bisa menyimpulkan penyebab ledakan itu dan masih melakukan olah TKP," tegas Angga.

Sambil menunggu hasil penyelidikan yang lebih jelas, polisi mengimbau masyarakat untuk jangan mendekati lokasi kejadian. Aktivitas di masjid tersebut juga diminta untuk dihentikan sementara waktu demi alasan keamanan. Sampai saat ini, penyebab ledakan misterius itu masih diselidiki.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar