Ramadan tahun ini, ParagonCorp kembali menggelar serangkaian kegiatan yang jangkauannya benar-benar global. Tak tanggung-tanggung, delapan negara jadi sasaran program mereka yang ingin menguatkan nilai spiritual dan kebersamaan. Semua ini diusung lewat brand andalannya, Wardah dan Kahf.
Kalau dilihat, kegiatannya tersebar dari kota-kota suci seperti Mekah dan Madinah, hingga ke metropolis dunia macam London, New York, sampai Tokyo. Kuncinya ada pada kolaborasi dengan komunitas lokal dan diaspora Muslim di tiap negara.
Group Head of Brand Development Male Grooming, Personal Care & Innovation ParagonCorp, Andrie Kurniarahman, melihat ada benang merah yang sama.
"Dari Jakarta hingga Madinah, Mekah, London, Kuala Lumpur, hingga New York, kami melihat satu kesamaan: Ramadan menjadi momentum bagi masyarakat untuk saling terhubung dan memperkuat kebaikan bersama," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).
Andrie menambahkan, meski operasional utama Paragon masih berfokus di Indonesia dan Malaysia, perusahaan tetap berupaya memperluas dampak sosialnya. Caranya ya lewat inisiatif-inisiatif yang melibatkan komunitas global ini.
Nah, Wardah sendiri punya program bernama Global Quran Movement 2026. Mereka mengusung kampanye bertajuk TenangKuatkanLangkahmu. Program ini melibatkan komunitas Muslim di delapan negara, termasuk Arab Saudi, Australia, Inggris, Amerika Serikat, dan Jepang.
Caranya beragam. Ada tadabbur Surat Maryam, open iftar, sampai donasi Al-Qur'an. Intinya, Wardah ingin mengajak perempuan Muslim menemukan ketenangan hati sebagai sumber kekuatan.
Global Halal Beauty Marketing Senior Group Head ParagonCorp, Novia Sukmawaty, punya penjelasan.
"Melalui TenangKuatkanLangkahmu, Wardah ingin mengajak perempuan untuk terus mengingat Allah di tengah dinamika kehidupan modern. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang dan perempuan dapat melangkah dengan lebih kuat," jelas Novia.
Pelaksanaannya tentu saja menggandeng komunitas lokal. Di Arab Saudi, kegiatan tadabbur dan ribuan paket buka puasa digelar di sekitar Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Sementara di London, ratusan orang hadir dalam Open Iftar hasil kolaborasi dengan komunitas setempat.
Di tanah air, program ini juga masif. Jutaan peserta terjangkau lewat kolaborasi dengan pengajar Al-Qur'an, platform digital, dan organisasi sosial. Salah satu yang menarik perhatian adalah Daily Quran O’clock, yang diikuti lebih dari 1,5 juta peserta dari berbagai negara, termasuk AS, Prancis, dan India.
Di sisi lain, Kahf juga tak ketinggalan. Mereka menghadirkan Global Ramadan Connect 2026 dengan kampanye Bener Bareng. Program ini intinya ingin menciptakan ruang kebersamaan bagi pria Muslim untuk belajar dan berefleksi bersama selama bulan suci.
Rangkaiannya dimulai dari Jakarta, lalu merambah ke Madinah, Chiba di Jepang, New York, dan kota-kota lainnya. Secara total, lebih dari 8.000 peserta di enam negara terlibat dalam buka bersama, diskusi, hingga pembelajaran Al-Qur'an.
Di Madinah, Kahf menyediakan paket iftar plus sesi koreksi bacaan Al-Fatihah di sekitar Masjid Nabawi. Uniknya di Chiba, Jepang, mereka berkolaborasi dengan komunitas lokal membuka ruang belajar Al-Qur'an untuk Muslim lokal dan mualaf, yang seringkali kesulitan mencari materi pembelajaran dalam bahasa Jepang.
Sementara di kota seperti New York dan London, ratusan peserta dari beragam latar berkumpul dalam Ramadan Connect. Acaranya padat, mulai dari sesi refleksi hingga belajar tajwid. Pesan yang ingin disampaikan sederhana: perjalanan menjadi pribadi lebih baik akan terasa lebih kuat jika dijalani bersama-sama.
Kembali ke Indonesia, ParagonCorp juga punya banyak kegiatan. Mereka memanfaatkan ekosistem kolaborasi yang disebut ParaGoNation, sebuah ruang yang mempertemukan komunitas, relawan, dan mitra untuk menciptakan dampak sosial.
Sepanjang Ramadan tahun ini, Paragon mengaktifkan 42 masjid di berbagai wilayah. Mereka juga berkolaborasi dengan 93 komunitas dalam program-program yang mendorong semangat berbagi. Kolaborasi semacam inilah yang menjadi tulang punggung upaya mereka memperluas dampak sosial.
Selain kegiatan di lapangan, ada juga konten inspiratif yang dibuat. Sebuah film pendek berjudul "Gak Pernsh Avsen" dirilis. Film dua menit ini mengangkat kisah haru tentang pesan penuh typo dari orang tua, yang justru menyimpan perhatian dan kasih sayang yang tak pernah absen. Filmnya bisa ditonton di kanal YouTube resmi Paragon.
Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, menegaskan filosofi di balik semua ini.
"Bagi Paragon, Ramadan bukan hanya momentum untuk memperkuat ibadah, tetapi juga kesempatan untuk memperluas kolaborasi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Melalui ekosistem ParaGoNation, kami ingin menghadirkan ruang bagi komunitas, relawan, dan berbagai mitra untuk bergerak bersama menebarkan kebaikan," ujar Astri.
Tak hanya itu, komitmen sosial Paragon juga terlihat dari inisiatif Sumatera Bangkit yang masih berlanjut. Bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), mereka menghadirkan teknologi filter air berkapasitas besar, hingga 7.000 liter per jam. Teknologi ini membantu menyediakan akses air bersih bagi sekitar 1.200 warga di Aceh Tamiang.
Pada intinya, semua rangkaian program global ini menunjukkan satu hal: upaya Paragon untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat spiritualitas sekaligus membangun koneksi sosial lintas batas negara. Mereka ingin dampak positif dan semangat kebersamaan Ramadan bisa dirasakan lebih luas, di mana pun komunitas Muslim berada.
Artikel Terkait
Banjir di Terowongan Sentul Capai 25 Cm, Sampah Jadi Biang Kerok
Hyppe, Media Sosial Karya Anak Bangsa, Hadir dengan Verifikasi KTP dan AI Anti-Konten Negatif
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Embung Brown Canyon Semarang, Kondisi Tanpa Busana
MUI: Perbedaan Pandangan Soal Lokasi Sembelih Dam Antara MUI dan Muhammadiyah Harus Dihormati