Cuaca cerah tak mampu mencegah malapetaka di Jalan Raya Puncak, Cianjur, Senin lalu. Di ruas lurus Kampung Cimacan, sebuah mobil tiba-tiba oleng, memicu rentetan tabrakan yang berakhir tragis. Satu nyawa melayang, satu orang lagi mengalami luka serius.
Menurut keterangan polisi, mobil Toyota Calya bernopol F 1049 ZD itu sedang melaju dari Cianjur menuju Bogor. Tiba-tiba saja, di jalan yang lurus, kendaraan itu hilang kendali dan melenceng ke sisi kanan jalan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Iptu Regina Andrilla Setiawan, menjelaskan kronologi kejadian.
“Mobil Toyota Calya dengan nomor polisi F 1049 ZD melaju dari arah Cianjur menuju Bogor. Saat berada di jalan lurus, kendaraan tiba-tiba oleng ke kanan,” ujar Regina, Selasa (16/3/2026).
Nahas, di sisi itu dua sepeda motor sedang melintas dari arah berlawanan. Toyota Calya itu pun menghantam keduanya. Tenaga benturan itu masih menyisakan momentum, mendorong mobil terus melaju hingga akhirnya membentur tembok pembatas dengan keras.
Korban jiwa berhasil diidentifikasi sebagai HSS (58), pengendara Yamaha X-Ride bernopol F 4406 ZO asal Kabupaten Bogor. Ia dinyatakan tewas di tempat kejadian. Sementara rekannya, P (51) yang mengendarai Honda Beat bernopol F 2491 FBQ, mengalami cedera berat. Korban luka ini langsung dilarikan ke RSUD Cimacan untuk mendapat perawatan intensif.
Yang cukup mencengangkan, pengemudi mobil Toyota Calya, YP (28), justru selamat tanpa luka sedikit pun.
Petugas dari Polres Cianjur langsung bergerak cepat. Mereka melakukan olah TKP, mengamankan kendaraan-kendaraan yang berserakan, dan mulai mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Upaya rekonstruksi dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh soal bagaimana persisnya kecelakaan maut ini bisa terjadi.
Dugaan sementara mengarah pada faktor kelelahan pengemudi. “Kami mengimbau para pengguna jalan agar tidak memaksakan diri berkendara saat lelah atau mengantuk. Sebaiknya beristirahat terlebih dahulu hingga kondisi fisik kembali prima sebelum melanjutkan perjalanan,” pesan Regina.
Jalan yang terkenal dengan pemandangan indahnya itu kembali diingatkan akan bahayanya. Satu kesalahan kecil, seperti memaksakan diri menyetir saat ngantuk, bisa berakhir dengan duka yang mendalam bagi banyak keluarga.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi