Seruan Donald Trump agar negara-negara lain ikut mengamankan Selat Hormuz sepertinya jatuh di telinga yang tuli. Hingga kini, belum ada tanggapan berarti. Padahal, situasinya genting. Iran masih mempertahankan blokade di selat strategis itu sejak konflik dengan AS dan Israel pecah.
Nah, di hari Minggu (15/03) itu, Presiden AS itu tak segan mengeluarkan ancaman. Kalau dukungan tak kunjung datang, bakal ada konsekuensinya. Dia bahkan bilang, masa depan aliansi NATO bisa jadi "sangat buruk" jika sekutu-sekutunya enggan membantu Washington membuka kembali jalur pelayaran itu. Itu disampaikannya dalam sebuah wawancara singkat dengan Financial Times.
Trump juga main kartu tekanan lain. Pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping yang rencananya digelar akhir bulan ini, bisa saja ditunda. Tujuannya jelas: mendesak Beijing agar turun tangan mengamankan lalu lintas di Hormuz.
"Sudah sewajarnya negara-negara yang menikmati manfaat dari Selat itu ikut memastikan tidak ada hal buruk yang terjadi di sana," ujar Trump kepada surat kabar tersebut.
Memang, posisi Selat Hormuz sangat krusial. Ia menjadi pintu sempit antara Teluk Persia dan Laut Arab, dan jadi urat nadi pasokan minyak dunia. Blokade ini sudah bikin pasokan minyak kacau dan harga bahan bakar melambung tinggi. Dampaknya terasa di mana-mana.
Pembicaraan dengan Iran? Masih Mentah
Di sisi lain, soal pembicaraan dengan Iran, Trump punya klaim sendiri. Meski Teheran membantah keras telah melakukan kontak untuk merundingkan perdamaian, Trump ngotot bahwa pembicaraan memang berlangsung.
"Ya, kami berbicara dengan mereka," katanya kepada wartawan di dalam Air Force One, tanpa memberi detail lebih lanjut. "Tapi, saya rasa mereka belum siap. Meski mereka sudah semakin mendekat."
Sehari sebelumnya, dia sempat bilang ke NBC News bahwa syarat-syarat untuk kesepakatan dengan Iran "belum cukup baik". Pernyataan ini langsung dibalas diplomat Iran yang membantah sama sekali ada pembicaraan atau minat untuk melakukannya.
Insiden Drone di Dekat Dubai
Sementara ketegangan diplomasi berlangsung, insiden keamanan terjadi. Sebuah serangan drone menghantam kapal tanker bahan bakar di dekat Bandara Internasional Dubai, Minggu (15/03) dini hari waktu setempat. Kebakaran pun tak terhindarkan.
Menurut Dubai Media Office via platform X, api akhirnya "berhasil dikendalikan". Untungnya, tak ada korban luka yang dilaporkan.
Artikel Terkait
PKB: Kritik Pengamat Berbasis Data, Pemerintah Harus Hadapi dengan Dialog
Menteri PANRB: Partisipasi Masyarakat Kunci Awasi Kualitas Layanan Publik
Menteri Perhubungan Soroti Pelanggaran Truk Picu Antrean Panjang di Gilimanuk
Liga Arab Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel Selama Ramadan