Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu lalu. Peresmian fasilitas kesehatan baru itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses layanan medis bagi masyarakat di daerah terpencil.
Dalam kunjungan kerjanya, Kepala Negara didampingi sejumlah menteri kabinet, antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Prosesi diawali dengan peninjauan langsung ke seluruh area rumah sakit sebelum Presiden menyampaikan sambutan di hadapan para pejabat dan tenaga medis.
“Dengan bangga saya resmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Krui, Pesisir Barat di Lampung,” ujar Prabowo dalam sambutannya, seperti dikutip dari siaran media sosial Sekretariat Presiden.
Presiden menyatakan rasa syukurnya dapat hadir langsung meresmikan rumah sakit tersebut. Ia berharap keberadaan RSUD ini mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Lampung, khususnya warga Kabupaten Pesisir Barat yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas medis memadai.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti masih adanya kasus kematian ibu akibat pendarahan saat melahirkan karena jarak tempuh ke rumah sakit yang terlalu jauh. “Hal ini harus kita atasi. Pemerintah akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Mantan Menteri Pertahanan itu kemudian memaparkan rencana strategis pemerintahannya ke depan. Pemerintah menargetkan renovasi terhadap 350 hingga 400 rumah sakit di seluruh Indonesia. Selain itu, perbaikan juga akan dilakukan terhadap sekitar 10 ribu puskesmas yang tersebar di berbagai daerah.
Peresmian RSUD KH Muhammad Thohir turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dari unsur daerah, hadir Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan, serta Kepala RSUD Eva Hadaniah Al Syati. Sejumlah tenaga medis dan dokter juga tampak mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Kepada jajaran pengelola dan tenaga kesehatan setempat, Presiden menekankan pentingnya tata kelola rumah sakit yang baik, bersih, serta menerapkan manajemen profesional dan transparan yang berorientasi pada pelayanan publik. “Masyarakat harus merasakan manfaat nyata dari kehadiran RS ini,” ucap dia.
Peningkatan layanan RSUD menjadi salah satu program prioritas atau quick win pemerintahan Prabowo. Menurut Teddy Indra Wijaya, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas layanan di 66 RSUD yang berada di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan. Ia merinci, sebanyak 20 dari 22 RSUD telah rampung dibangun pada 2025, dengan 10 di antaranya sudah beroperasi. Sementara pada 2026, pembangunan 4 dari 20 RSUD telah dimulai.
“Di tahun 2027, masih ada 24 RSUD dalam perencanaan,” kata Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Artikel Terkait
45 Dapur MBG di Jombang Berhenti Beroperasi karena Anggaran Habis, BGN Klaim Dana Sudah Cair
Polisi Turun Tangan, Kasus Dompet Hilang yang Viral Libatkan Penjual Siomay Lansia di Sragen Berakhir Damai
Polisi Selidiki Pembunuhan Disertai Perampokan di Cirebon, Perhiasan Emas Korban Raib
BMKG Peringatkan Kemarau Panjang di Sebagian Besar Wilayah Indonesia, Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus 2026