Distok Hewan Kurban Banjarnegara Melimpah, Sapi Lokal Besar-besar Justru Dikirim ke Luar Daerah

- Jumat, 01 Mei 2026 | 02:45 WIB
Distok Hewan Kurban Banjarnegara Melimpah, Sapi Lokal Besar-besar Justru Dikirim ke Luar Daerah

Banjarnegara – Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Distankankp) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, angkat bicara. Mereka menjamin stok hewan ternak untuk kurban aman. Bahkan, jumlahnya disebut lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan warga setempat.

Kepala Distankankp Banjarnegara, Firman Sapta Ady, bilang begitu. Menurut dia, ketersediaan ternak di daerahnya itu nggak cuma buat kebutuhan lokal. Ada potensi besar untuk dikirim ke luar daerah juga.

“Menjelang Iduladha, khususnya di Banjarnegara, stok kita mencukupi, baik untuk sapi, kambing maupun domba,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.

Nah, aktivitas jual-beli ternak mulai terasa meningkat. Soalnya, kata Firman, sudah banyak pedagang dari luar yang komunikasi mau kirim ternak. Paling banyak peminatnya dari Jawa Barat dan DKI Jakarta. Jenis yang paling laris? Kambing dan domba.

Tapi, ada cerita menarik di balik itu. Meskipun stok sapi lokal melimpah, warga Banjarnegara sendiri ternyata banyak yang milih beli sapi dari luar. Misalnya dari Jawa Timur, sapi Madura. Alasannya simpel: ukurannya lebih kecil, harganya pun lebih murah dibanding sapi lokal yang cenderung besar-besar.

“Kalau sapi Banjarnegara yang besar-besar malah dikirim ke luar daerah,” ungkapnya sambil tersenyum.

Firman lalu membeberkan data. Berdasarkan survei bareng Badan Pusat Statistik (BPS) sampai Maret 2026, populasi kambing di Banjarnegara tembus sekitar 207 ribu ekor. Itu sudah termasuk jantan, betina, dan anakannya. Sementara domba, totalnya sekitar 63 ribu ekor.

Dari jumlah segitu, yang layak kurban diperkirakan sekitar 22 ribu ekor kambing dan 14 ribu ekor domba. “Kalau ternak sapi yang siap untuk kebutuhan kurban diperkirakan mencapai kisaran 11 ribu ekor dan sekitar 5.000 ekor di antaranya berpotensi dikirim ke luar daerah,” jelasnya, merinci.


Sapi kurban. Foto: dok BAZNAS.

Soal kebutuhan, rata-rata tiap tahun Banjarnegara butuh sekitar 6.000 ekor sapi dan 5.000 ekor kambing untuk kurban. Nah, bicara harga, ada yang naik ada yang turun. Harga sapi misalnya. Tahun 2025 lalu masih di kisaran Rp20 juta–Rp23 juta per ekor. Sekarang? Merangkak naik ke rata-rata Rp25 juta per ekor.

Di sisi lain, harga kambing dan domba malah merosot. Musim kurban sebelumnya, harganya bisa Rp4 juta–Rp5 juta per ekor. Sekarang, cuma Rp3 juta–Rp4 juta per ekor. Firman punya dugaan. Penurunan ini karena populasi kambing yang makin banyak, plus selera masyarakat yang mulai bergeser. “Mereka cenderung pilih sapi sekarang,” pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar