Hanya beberapa hari setelah melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah, SpaceX secara resmi mengumumkan akuisisi atas Anysphere, perusahaan rintisan di balik agen pengkodean berbasis kecerdasan buatan (AI) populer, Cursor. Kesepakatan yang telah lama dinantikan ini bernilai 60 miliar dolar AS dan akan dibayarkan dalam bentuk saham.
Cursor dikenal luas sebagai alat coding berbasis AI yang membantu pengembang perangkat lunak dalam menghasilkan, mengedit, dan meninjau kode secara lebih efisien. Sejak didirikan pada 2022, perusahaan ini mencatat pertumbuhan yang sangat pesat. Pada November tahun lalu, Cursor mengumumkan bahwa pendapatan tahunannya telah melampaui angka satu miliar dolar AS.
Akuisisi ini akan memberikan kendali yang lebih besar bagi xAI perusahaan AI yang diakuisisi oleh SpaceX pada Februari lalu di sektor pengkodean berbasis AI. Sektor ini dinilai menjadi salah satu area pertama di mana teknologi AI benar-benar menghasilkan pendapatan nyata bagi dunia bisnis.
Cursor merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan rintisan di Silicon Valley yang berhasil menarik minat para pengembang melalui otomatisasi pengkodean menggunakan AI. Posisinya menjadikannya pesaing utama bagi pemimpin pasar seperti Anthropic dan OpenAI. Meski demikian, pertumbuhan Cursor selama ini terhambat oleh keterbatasan akses terhadap daya komputasi yang memadai.
“Cursor tidak memiliki skala seperti OpenAI atau Anthropic, tetapi mereka berhasil membangun sejumlah model pengkodean yang sangat impresif dengan biaya yang relatif rendah. Hal ini menjadikan langkah akuisisi ini sebagai keputusan yang positif bagi SpaceX,” ujar Matt Britzman, analis ekuitas senior di Hargreaves Lansdown, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (16/6/2026).
SpaceX telah mengincar Cursor selama berbulan-bulan. Pada April lalu, perusahaan roket milik Elon Musk itu bahkan telah mengumumkan opsi untuk membeli perusahaan rintisan tersebut senilai 60 miliar dolar AS pada akhir tahun ini, atau membayar 10 miliar dolar AS untuk menjalin kemitraan strategis.
Dalam dokumen pengajuan IPO-nya, SpaceX menyebutkan bahwa akses terhadap data pengembang yang dimiliki Cursor termasuk permintaan pengkodean dan keputusan desain dapat membantu meningkatkan model AI mereka, seperti Grok. SpaceX juga menyatakan akan segera merilis model AI pada Cursor serta Grok Build, agen pengkodean milik xAI yang telah dilatih bersama selama beberapa bulan terakhir.
Transaksi saham penuh ini diperkirakan akan rampung pada kuartal ketiga 2026. SpaceX menegaskan bahwa mereka tidak akan menggunakan dana hasil IPO untuk membiayai akuisisi ini.
Sementara itu, saham SpaceX langsung melonjak 10 persen pada perdagangan awal setelah pengumuman tersebut, menambah 247 miliar dolar AS ke kapitalisasi pasarnya menjadi sekitar 2,53 triliun dolar AS. Pada harga 211,27 dolar AS per saham, nilai tersebut telah melonjak lebih dari 56 persen dari harga IPO yang ditetapkan sebesar 135 dolar AS. Jika kenaikan ini bertahan, SpaceX berpotensi menyalip Amazon dalam nilai pasar dan menjadi perusahaan terbesar kelima di dunia.
Artikel Terkait
Empat Perangkat Desa Turitempel Kembali Disanksi SP 2, Satu Orang Diskorsing Gegara Pesta Miras di Kantor Desa
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Satu Warga Tewas di Sigi
Tiga Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor di Lahan Sawit Milik Astra di Aceh Jaya
Operator Kapal Penyeberangan Tertekan Biaya Operasional, Gapasdap Desak Penyesuaian Tarif