Soal investasi Google dan posisi sang pendiri, Nadiem Makarim, akhirnya dijawab tegas oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Pernyataan resmi itu keluar menyusul sorotan publik yang kian tajam, terkait proses hukum yang sedang dijalani Nadiem.
Menurut keterangan pers yang dirilis Kamis (26/2/2026), GoTo membeberkan timeline investasi Google. Raksasa teknologi itu disebut sudah mulai masuk sejak 2017, ikut serta dalam berbagai putaran pendanaan bersama investor global lainnya. Poin penting yang ditegaskan: sebagian besar investasi itu terjadi sebelum Nadiem duduk di kursi menteri pada 2019.
“Google tidak pernah menjadi pemegang saham pengendali atau mayoritas,” begitu penegasan dari perseroan. Mereka juga membantah keras isu adanya buyback saham dari Google.
Lalu, transaksi seperti apa yang benar-benar terjadi? GoTo mengakuinya hanya dua. Pertama, pembelian saham Tokopedia saat merger dengan Gojek pada Mei 2021. Kedua, akuisisi saham entitas fintech PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB) di Oktober 2021, yang bertepatan dengan persiapan IPO. Uniknya, dana dari transaksi ini diklaim diinvestasikan kembali oleh Google dan investor lain ke dalam saham baru GoTo.
Di sisi lain, hubungan bisnis operasional dengan Google sudah berjalan lama. Sejak 2015, GoTo memanfaatkan layanan cloud, peta, dan iklan digital mereka. Soal ini, manajemen bersikukuh semua transaksi dibayar pakai dana perusahaan dan tercatat rapi sesuai standar akuntansi.
“Kami membayar layanan tersebut menggunakan dana Perseroan, dan semua transaksi dicatat sesuai dengan standar akuntansi keuangan Indonesia,”
Artikel Terkait
MNC Asset Management dan SF Sekuritas Gelar IG Live Bahas Investasi Syariah Jelang Ramadan
Astra Siap Bagikan Dividen Final Rp15,8 Triliun pada Pertengahan 2026
Harga Emas Pegadaian Naik Tipis, Galeri24 Tembus Rp3,06 Juta per Gram
Laba Bersih ENRG Melonjak 21,4% ke USD 91,35 Juta di 2025