Trump Bantah Laporan Soal Kelemahan Draf Kesepakatan Nuklir dengan Iran

- Senin, 01 Juni 2026 | 07:45 WIB
Trump Bantah Laporan Soal Kelemahan Draf Kesepakatan Nuklir dengan Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan tegas membantah laporan yang menyebutkan bahwa draf kesepakatan dengan Iran tidak secara memadai membahas isu pengembangan senjata nuklir. Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu, 31 Mei 2026, Trump menegaskan bahwa rancangan perjanjian tersebut secara eksplisit melarang Teheran untuk memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap pemberitaan CNN yang mempertanyakan ketatnya batasan dalam proposal kesepakatan itu.

“Kesepakatan itu menyatakan dengan sangat jelas bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir,” tulis Trump, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu Agency, Senin, 1 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa sebagian besar isi proposal justru berfokus pada berbagai aspek teknis dan pengawasan terkait program nuklir Iran. Menurutnya, perjanjian tersebut membahas secara sangat kuat dan rinci berbagai aspek lain terkait nuklir, dan faktanya, sebagian besar isi perjanjian memang mengenai hal tersebut.

Sementara itu, Trump juga melontarkan kritik terhadap sejumlah media yang dinilainya telah salah menggambarkan isi proposal kesepakatan. Meskipun tidak menyebut nama media secara langsung, pernyataan tersebut jelas merujuk pada laporan CNN yang menyebutkan bahwa rancangan perjanjian itu tidak cukup ketat dalam membatasi ambisi nuklir Iran. Sebelumnya, Trump berulang kali menegaskan bahwa setiap kesepakatan dengan Teheran harus mencakup jaminan mutlak bahwa Iran tidak akan mengembangkan maupun memperoleh senjata nuklir.

Di sisi lain, perdebatan mengenai substansi kesepakatan ini muncul di tengah bocornya draf perjanjian yang menyebutkan kemungkinan Teheran mendapatkan kendali atas Selat Hormuz. Hal ini semakin memanaskan diskusi publik mengenai sejauh mana konsesi yang diberikan kepada Iran dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Trump menegaskan bahwa klaim-klaim tersebut tidak berdasar dan justru mengaburkan fokus utama perjanjian, yaitu pencegahan proliferasi nuklir di kawasan Timur Tengah.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar