Video yang viral di media sosial beberapa waktu lalu benar-benar menyita perhatian. Di dalamnya, seorang sopir Jaklingko di rute Buaran, Jakarta Timur, terlihat melontarkan kata-kata kasar ke arah penumpang. Kata "monyet" terdengar jelas, dan insiden itu berakhir dengan konsekuensi serius bagi sang sopir.
Menurut sejumlah saksi, awalnya sederhana saja. Seorang penumpang hendak naik dari halte Mal Plaza Buaran. Tapi, sopirnya melarang dia duduk di kursi depan. Larangan itu bikin penumpang kesal, ya wajar sih. Rasa kesal itu kemudian berlanjut hingga kendaraan tiba di tujuan.
Begitu sampai, si penumpang mengeluarkan ponsel dan mulai merekam. Nah, aksi rekam-merekam inilah yang memantik emosi sang sopir. Kemarahannya meledak, dan ucapan hinaan pun keluar tanpa kendali.
Respon dari pihak Transjakarta datang cepat. Mereka tak main-main dalam menangani kasus semacam ini.
“Kemarin sudah dilakukan penindakan tegas, berupa pemecatan,”
kata Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, saat dikonfirmasi pada Kamis (1/1).
Dia menegaskan sikap tegas perusahaan. Bagi Transjakarta, tindakan sopir itu tidak bisa ditolerir karena jelas merugikan penumpang dan yang tak kalah penting mencoreng nama baik layanan transportasi publik.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, Transjakarta merespon serius kejadian ini,”
tutup Ayu. Jadi, lepas dari satu oknum yang bermasalah, pesannya jelas: sopir mana pun harus menjaga sikap. Penumpang juga diharap bisa bersikap bijak. Soalnya, di jalanan yang panas dan macet, emosi memang gampang tersulut.
Artikel Terkait
Jerman Hancurkan Finlandia 4-0 dalam Uji Coba Menjelang Piala Dunia 2026
Uruguay Umumkan 26 Pemain Piala Dunia 2026, Luis Suáres Absen
Marco Bezzecchi Menangi MotoGP Italia di Mugello, Aprilia Kunci Posisi 1-2
Mantan Anggota Polri Divonis Seumur Hidup Ditemukan Tewas di Sel Isolasi Lapas Palangka Raya