Fadli Zon Ajak Masyarakat Telusuri Sejarah Bangsa Lewat Arsip Filateli

- Senin, 01 Juni 2026 | 08:50 WIB
Fadli Zon Ajak Masyarakat Telusuri Sejarah Bangsa Lewat Arsip Filateli

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengajak masyarakat untuk menyelami sejarah bangsa melalui arsip filateli yang dinilainya mampu merekam jejak peristiwa penting dalam perjalanan Indonesia. Ajakan itu disampaikan dalam Orasi Publik Filateli bertajuk “Membaca Sejarah Bangsa Melalui Arsip Filateli” yang digelar di Gedung Oudetrap, Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pameran filateli “Dalam Cengkeraman Saudara Tua: Jejak Pendudukan Jepang di Indonesia dalam Arsip Filateli (1942-1945)” yang bertujuan memperluas pemahaman masyarakat tentang filateli sebagai arsip sejarah dan kebudayaan bangsa.

Dalam orasinya, Fadli menegaskan bahwa filateli bukan sekadar hobi mengoleksi prangko, melainkan sebuah arsip sejarah yang menyimpan catatan perubahan sosial, politik, dan kebudayaan. Menurut dia, prangko, surat, dan dokumen pos menjadi saksi bisu perjalanan bangsa yang dapat membantu masyarakat memahami suatu periode sejarah secara lebih mendalam. Ia menilai pameran filateli merupakan medium efektif untuk mendekatkan masyarakat dengan sumber-sumber autentik yang mudah dipahami.

“Melalui arsip filateli, kita dapat melihat berbagai tanda zaman yang merekam perubahan sosial, politik, dan kebudayaan dalam perjalanan bangsa. Prangko, surat, dan dokumen pos bukan sekadar benda koleksi, tetapi juga sumber pengetahuan yang membantu kita membaca sejarah secara lebih utuh,” ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).

Pada kesempatan yang sama, Fadli turut mengajak masyarakat untuk melihat periode pendudukan Jepang di Indonesia sebagai salah satu episode sejarah yang penting dan kompleks. Menurut dia, masa itu tidak hanya menghadirkan penderitaan dan penindasan, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika sejarah global yang pada akhirnya membuka jalan bagi lahirnya kemerdekaan Indonesia. “Sejarah tidak selalu hadir dalam bentuk hitam dan putih. Karena itu, generasi masa kini perlu melihat berbagai dinamika yang terjadi pada masa tersebut secara kritis, berdasarkan fakta dan sumber-sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Fadli.

Orasi Publik Filateli ini diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang, Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia, dan Rumah PoHan. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah, akademisi, komunitas filateli, pegiat sejarah, pelaku budaya, serta masyarakat umum untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya arsip sebagai bagian dari memori kolektif bangsa. Mengusung tema “Filateli sebagai Arsip Kebudayaan dan Medium Membaca Sejarah Indonesia”, acara ini bertujuan memperluas pemahaman publik tentang nilai sejarah dalam arsip filateli, mendorong pemanfaatannya sebagai sumber penelitian dan media edukasi, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pelestarian arsip dan memori sejarah bangsa.

Menutup orasinya, Fadli berharap pameran dan diskusi ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai sejarah Indonesia melalui arsip dan filateli. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan edukasi, terutama kepada generasi muda, tentang sejarah kita. Arsip, prangko, dan berbagai budaya material yang ditampilkan dapat membantu masyarakat memahami perjalanan bangsa Indonesia secara lebih dekat dan nyata,” ucapnya.

Selain penyampaian orasi, dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan dua sampul peringatan oleh Fadli bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. Penandatanganan tersebut meliputi Sampul Peringatan 479 Tahun Kota Semarang dan Sampul Peringatan Pameran Filateli “Dalam Cengkeraman Saudara Tua: Jejak Pendudukan Jepang di Indonesia dalam Arsip Filateli (1942-1945)”. Momen itu menjadi simbol kolaborasi dalam upaya pelestarian sejarah dan penguatan memori kolektif bangsa melalui arsip filateli, sekaligus mendukung pengembangan filateli sebagai medium edukasi publik dan dokumentasi peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Fadli juga meresmikan pameran filateli yang sama di Rumah PoHan, Kawasan Kota Lama Semarang. Pameran ini menampilkan berbagai arsip filateli yang merekam dinamika kehidupan masyarakat Indonesia pada masa pendudukan Jepang periode 1942-1945 melalui prangko, surat, dokumen pos, dan berbagai material sejarah lainnya. Melalui pameran ini, masyarakat diajak untuk memahami sejarah Indonesia dari perspektif arsip filateli yang selama ini kerap dipandang sekadar benda koleksi.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurut dia, kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi Kawasan Kota Lama Semarang yang terus berkembang sebagai pusat kegiatan budaya dan sejarah. “Pameran ini memperkaya Kota Lama Semarang. Kehadiran berbagai koleksi dan arsip bersejarah menjadi daya tarik sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk semakin mengenal sejarah bangsa,” ujar Agustina.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Executive Vice President Kantor Regional IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta PT Pos Indonesia Agus Aribowo; Sekretaris Jenderal Perkumpulan Filatelis Indonesia Mahpudi; Tim Percepatan Pembangunan Kota Semarang; jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Salatiga, dan Pemerintah Kabupaten Sleman; serta unsur komunitas filateli, akademisi, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Mendampingi Fadli, hadir pula Direktur Warisan Budaya Agus Widiatmoko; Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Barat Retno Raswaty; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Tengah Nahar Cahyandaru; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Riris Purbasari.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini