Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng pakar dari Pusat Konservasi Cagar Budaya (PKCB) untuk membersihkan badan Tugu Monumen Nasional (Monas). Langkah ini merupakan bagian dari perawatan berkala terhadap ikon ibu kota yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, menyatakan bahwa koordinasi dengan PKCB, Dinas Kebudayaan, dan Kementerian Kebudayaan terus dilakukan. Proses pembersihan area badan tugu berlangsung selama kurang lebih enam bulan.
"Kegiatan pembersihan masih berlangsung. Memang pembersihan khusus untuk Tugu, kurang lebih enam bulan," ujar Isa saat dihubungi di Jakarta.
Pembersihan dilakukan secara khusus dan terukur dengan memperhatikan aspek keamanan serta konservasi bangunan bersejarah. Melalui kegiatan ini, Pemprov DKI berupaya menjaga Monas sebagai ikon kebanggaan Jakarta agar tetap terawat, representatif, dan nyaman dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.
Sementara itu, kawasan Monas menjadi salah satu destinasi wisata utama di Jakarta, terutama pada hari libur. Pada Minggu, 31 Mei 2026, jumlah pengunjung mencapai sekitar 14.309 orang. Dari jumlah tersebut, 126 orang di antaranya merupakan wisatawan mancanegara yang berasal dari China, Jepang, Jerman, Inggris, Korea Selatan, Malaysia, Italia, dan Australia.
Namun, pada Senin, 1 Juni 2026, yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Monas ditutup untuk kegiatan perawatan rutin kawasan dan fasilitas. Penutupan ini merupakan jadwal perawatan berkala demi menjaga kenyamanan, keamanan, dan kualitas fasilitas bagi seluruh pengunjung. Monas akan kembali dibuka pada Selasa, 2 Juni 2026.
Artikel Terkait
Peringatan Hari Lahir Pancasila di KPK, Johanis Tanak Tekankan Perdamaian dan Keadilan Global
Kontrak PPPK Paruh Waktu Sulut Diperpanjang hingga 2027, Gaji Setara UMP
10 Sekolah Bertanding di LKBB-PB Bangka Belitung, Rebut Tiket ke Tingkat Nasional
Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Capai 70 Persen, Ditargetkan Normal Awal Pekan Depan