Mantan Menhan Juwono Sudarsono Dimakamkan dengan Upacara Militer di Kalibata

- Minggu, 29 Maret 2026 | 13:15 WIB
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Dimakamkan dengan Upacara Militer di Kalibata

Minggu siang, suasana Taman Makam Pahlawan Kalibata terasa khidmat. Di sanalah, mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono akhirnya dimakamkan dengan upacara militer penuh penghormatan. Negara memberikan penghormatan terakhir untuk jasa dan pengabdian panjang almarhum.

Jenazah tiba di Kalibata sekitar pukul 11.19 WIB. Sebelumnya, almarhum disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan. Prosesi diawali dengan penyerahan jenazah dari keluarga kepada negara. Lalu, tembakan salvo bergema mengiringi langkah para pelayat.

Upacara berlangsung haru. Di antara yang hadir, terlihat wajah-wajah familiar sejumlah tokoh nasional. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin hadir, begitu pula Menko Polkam Djamari Chaniago. Jimly Asshiddiqie dan Wakil Menteri LHK Diaz Hendropriyono juga tampak menyampaikan penghormatan terakhir mereka.

Juwono Sudarsono mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (28/3) siang, di Rumah Sakit Pondok Indah. Usianya sudah 83 tahun.

Karirnya di pemerintahan memang panjang dan mengesankan. Dia adalah sosok intelektual yang pernah memegang beberapa portofolio kunci. Di akhir era Presiden Soeharto, tahun 1998, dia menjabat Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Tak lama kemudian, di bawah kepemimpinan Presiden B.J. Habibie, dia dipercaya memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Puncaknya, Juwono dua kali menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Pertama di era Presiden Abdurrahman Wahid, lalu kembali dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari 2004 hingga 2009.

Sebelum periode kedua sebagai Menhan itu, dia juga sempat menjalankan tugas sebagai Duta Besar RI untuk Britania Raya di masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Upacara pun berakhir. Setelah doa bersama dibacakan, jenazah almarhum diturunkan ke peristirahatan terakhir. Keluarga kemudian maju untuk menaburkan bunga. Sebagai penghormatan terakhir, sebagai tanda perpisahan untuk seorang negarawan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar