Dr. Tifa Luncurkan Buku Otak Politik Jokowi Hasil Riset Neuropolitika

- Kamis, 26 Februari 2026 | 22:40 WIB
Dr. Tifa Luncurkan Buku Otak Politik Jokowi Hasil Riset Neuropolitika

Di sebuah acara di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis lalu, suasana terasa berbeda. Dr. Tifauzia Tyassuma, atau yang akrab disapa Dokter Tifa, secara resmi meluncurkan sebuah buku yang sudah ramai diperbincangkan: “Otak Politik Jokowi”. Peluncuran ini berlangsung pada 26 Februari 2026, dan langsung menyedot perhatian.

Buku itu, seperti judulnya, mengupas habis konsep politik Presiden Joko Widodo. Tifa tak mau bertele-tele. Ia dengan tegas mempertahankan pilihan judul yang terang-terangan itu.

“Ini buku ‘Otak Politik Jokowi’. Seandainya saya pengecut, mungkin judulnya saya ganti jadi ‘Otak Politik Mulyono’ atau ‘Otak Politik si Jack’,” ujarnya, disambut riuh rendah hadirin.

“Tapi saya tetap pakai nama aslinya. Soalnya, ilmu pengetahuan harus jujur. Tidak ada yang boleh ditutup-tutupi.”

Menurutnya, karya ini adalah hasil penelitian serius yang berfokus pada satu objek: otak Jokowi. Meski mengaku sempat mendapat tekanan bahkan dikriminalisasi, Tifa bersikukuh untuk menerbitkannya. Baginya, ini adalah pelajaran penting yang harus sampai ke tangan publik.

Alasannya memilih format buku pun cukup pragmatis. “Jurnal ilmiah itu prosesnya lama sekali,” tuturnya. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, sebelum sebuah temuan penelitian akhirnya bisa diakses orang banyak.

Berbeda dengan buku. Jangkauannya lebih luas, lebih cepat sampai ke pembaca dari berbagai kalangan. Ilmu di dalamnya pun bisa langsung menyebar, tidak terkurung di menara gading akademik.

“Kalau yang saya kaji memang otak Jokowi, ya harus saya sebut seperti itu. Otak Jokowi yang saya bedah dalam buku ini,” jelasnya lagi. Metode yang digunakannya ia sebut sebagai ‘neuropolitika’, sebuah pendekatan yang ia kembangkan sendiri.

Neuropolitika itu sendiri merupakan perpaduan dari empat dimensi ilmu. Ada neurosains, psikologi perilaku, forensik, dan tak ketinggalan, politik kritis. Gabungan yang cukup unik, bukan?

Dr. Tifa kemudian menjabarkan sedikit isi bukunya. Katanya, ada banyak bagian otak Jokowi yang ia analisis. Mulai dari otak depan tempat memori primer dan sekunder disimpan, memori jangka pendek, hingga bagian dalam seperti hipokampus.

“Saya sengaja membagikan ilmu ini agar semua orang bisa mempelajarinya,” bebernya dengan semangat. “Jadi bukan cuma saya yang meneliti. Siapa pun bisa melakukan pengkajian terhadap otak politiknya, terutama bagaimana otak itu digunakan selama sepuluh tahun memimpin negara.”

Di sisi lain, “Otak Politik Jokowi” bukan satu-satunya buku yang diluncurkan hari itu. Ada satu karya lain berjudul “Jalan Samurai Akademik, Nalar, Keberanian, dan Tanggung Jawab Ilmiah Dr Tifa”.

Buku kedua ini adalah karya kolektif. Ditulis oleh sekelompok peneliti dan ilmuwan neurosains, termasuk beberapa mahasiswa yang sedang menyusun tesis. Mereka penasaran dan ingin meneliti lebih jauh tentang jalan pikiran Dr. Tifa sendiri. Sebuah bentuk refleksi yang menarik, di tengah hiruk-pikuk pembedahan otak figur politik.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar