PNM Kumpulkan 17 Ton Pakaian Layak Pakai untuk Disalurkan ke Panti Asuhan dan Lansia

- Senin, 01 Juni 2026 | 19:40 WIB
PNM Kumpulkan 17 Ton Pakaian Layak Pakai untuk Disalurkan ke Panti Asuhan dan Lansia

Kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup kini menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat, termasuk dalam cara mereka memperlakukan pakaian yang sudah tidak lagi dikenakan. Di tengah gempuran industri fast fashion yang mendorong konsumsi tekstil secara masif, data dari United Nations Environment Programme (UNEP) pada 2025 mencatat bahwa sekitar 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan di seluruh dunia setiap tahunnya. Angka ini menjadi alarm bahwa pakaian layak pakai yang hanya tersimpan di lemari atau dibuang begitu saja sejatinya masih menyimpan nilai ekonomi dan sosial yang besar jika dikelola dengan tepat.

Menyikapi kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meluncurkan sebuah gerakan bertajuk RE3 For-E, sebuah akronim dari Reduce, Re-love, Restyle for Environment, Economy, Empowerment, and Education. Inisiatif ini mengusung pesan "Dari yang Tak Terpakai, Ada Dampak yang Terus Tumbuh" dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PNM ke-27. Gerakan ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan limbah tekstil, tetapi juga menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi dan pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, PNM berhasil mengumpulkan sebanyak 17 ton pakaian layak pakai dari berbagai kantor wilayah di seluruh Indonesia. Lebih dari 270 nasabah PNM Mekaar yang menjalankan usaha laundry dilibatkan secara aktif untuk mencuci, merapikan, dan menyiapkan pakaian donasi sebelum akhirnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Keterlibatan para pengusaha ultra mikro ini memberikan dampak ganda: di satu sisi mendukung pengurangan limbah pakaian, di sisi lain membuka peluang tambahan pendapatan bagi mereka.

Penyaluran pakaian hasil gerakan RE3 For-E salah satunya ditujukan kepada Yayasan Tri Asih, sebuah panti rawat tunagrahita yang mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus, serta Panti Jompo Kencana Sejahtera yang menaungi para lansia. Melalui proses ini, pakaian yang sebelumnya tidak lagi digunakan kembali menemukan makna baru sebagai wujud perhatian, kehangatan, dan dukungan bagi kelompok masyarakat yang rentan.

Kepala Panti Yayasan Tri Asih, Wiji Utami, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh PNM. "Kami senang sekali atas kepedulian PNM yang mau menyapa anak-anak disabilitas dan berbagi, serta merasakan kehangatan bersama anak-anak kami. Semoga kegiatan ini terus ada, bukan hanya kepada Tri Asih, tetapi juga kepada tempat-tempat lainnya. Kegiatan seperti ini sangat baik," ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Yus, pemilik Panti Jompo Kencana Sejahtera. Menurutnya, kegiatan ini memberikan perhatian yang berarti bagi para lansia yang tinggal di panti. "Kegiatan ini sangat baik. PNM berbagi dengan kami dan para lansia yang ada di Panti Jompo Kencana Sejahtera. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi lebih banyak orang," katanya.

Selain pakaian, PNM juga menyalurkan donasi sebanyak 2.700 buku anak-anak ke Ruang Pintar PNM dan 27 sekolah di wilayah pedalaman. Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap akses bacaan dan pendidikan bagi anak-anak di sekitar wilayah pemberdayaan PNM. Melalui rangkaian kegiatan ini, PNM berharap RE3 For-E tidak berhenti sebagai gerakan pengumpulan donasi semata, melainkan menjadi ruang kolaborasi yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, memberikan manfaat ekonomi bagi nasabah, serta membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi anak-anak.

Gerakan ini ingin menunjukkan bahwa langkah kecil dapat menghadirkan dampak yang luas. Pakaian yang sebelumnya tidak terpakai dapat menjadi manfaat bagi penerima, menjadi peluang pendapatan bagi nasabah laundry, dan melalui donasi buku, turut membuka ruang belajar bagi anak-anak. Semangat inilah yang menjadi inti dari perayaan HUT PNM ke-27: Bersama di Setiap Langkah, Menemani di Setiap Perjuangan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar