Pendapatan pariwisata Indonesia pada periode tertentu menunjukkan dominasi wisatawan nusantara. Jawa Tengah menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan kontribusi terbesar, mencapai Rp2,77 triliun, unggul berkat volume kunjungan domestik yang tinggi.
Bali, yang selama ini dikenal sebagai pusat pariwisata internasional, berada di urutan kedua dengan pendapatan Rp2,56 triliun. Tingginya nilai belanja wisatawan mancanegara menjadi penopang utama provinsi ini. Disusul DKI Jakarta yang meraup Rp2,09 triliun dari sektor bisnis, hiburan, dan MICE.
Jawa Timur dan Jawa Barat masing-masing menyumbang Rp1,06 triliun dan sekitar Rp1,03–1,04 triliun. DI Yogyakarta mencatatkan pendapatan Rp760,69 miliar, diikuti Banten Rp188,85 miliar, Sumatera Utara Rp148,38 miliar (ditopang Danau Toba), Riau Rp119,88 miliar, dan Sulawesi Selatan Rp96,71 miliar.
Data ini menunjukkan bahwa wisatawan lokal menjadi motor utama pergerakan pariwisata nasional. Jawa Tengah menjadi contoh nyata: meski tidak bergantung pada kunjungan mancanegara, pendapatannya justru tertinggi. Jika digabungkan dengan delapan provinsi lain yang mayoritas pengunjungnya adalah wisatawan domestik, makin jelas bahwa warga lokal lah yang menggerakkan sektor ini.
Fakta ini sekaligus mengingatkan bahwa kebanggaan berlebihan terhadap wisatawan asing tidak sepenuhnya beralasan. Kontribusi wisatawan nusantara jauh lebih signifikan dalam menopang pendapatan pariwisata Indonesia.
Artikel Terkait
Pemprov Jateng Siapkan Insentif Pajak untuk Dorong Industri Hijau
Jateng Jajaki Kerja Sama dengan Iran di Berbagai Sektor
Luthfi Dorong Business Forum Hasilkan Kesepakatan Konkret untuk Ekonomi Daerah
Ahmad Luthfi Dapat Tambahan 5.000 Pompa Air untuk Jaga Produktivitas Padi Jateng