Gubernur Jawa Tengah, Luthfi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai elemen masyarakat yang berkontribusi dalam pembangunan daerah, mulai dari petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, hingga penyandang disabilitas. Hal ini disampaikannya saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu, 19 Agustus 2026.
"Ini sudah 545 hari menemani panjenengan sedoyo. Saya dengan Gus Yasin untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi Jawa Tengah," kata Luthfi dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Berbagai capaian pembangunan selama 545 hari masa kepemimpinannya merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, dalam rangka HUT ke-81, Luthfi secara khusus mengundang perwakilan dari kelompok-kelompok tersebut untuk hadir dalam upacara.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh masyarakat Jawa Tengah, dari lubuk hati kami yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama dan kontribusi panjenengan semuanya," ucapnya.
Luthfi menyebut mereka sebagai bagian penting dari perjuangan membangun Jawa Tengah. Kerja keras mereka, kata dia, tidak selalu terlihat ataupun tercatat, tetapi manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat.
Salah satu kelompok yang mendapat sorotan khusus adalah petani. Luthfi menilai kerja keras petani membuat Jawa Tengah tetap menjadi salah satu penyangga pangan nasional. Pada 2025, produksi padi Jawa Tengah mencapai sekitar 9,39 juta ton, sementara hingga Juli 2026, produksi gabah kering giling telah mencapai 6,74 juta ton.
"Kalau petani kita bekerja keras, maka kita yang diberi amanah memimpin Jawa Tengah juga harus bekerja keras sampai di tingkat desa," tegasnya.
Kerja masyarakat juga ikut menggerakkan sektor ekonomi dan membuka lapangan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Tengah turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen, dengan tambahan sekitar 460 ribu orang yang bekerja. Pertumbuhan investasi juga terus berjalan, hingga semester pertama 2026 telah mencapai Rp59,94 triliun.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini mencapai 5,80 persen, sementara persentase penduduk miskin turun menjadi 9,21 persen. Capaian tersebut berjalan beriringan dengan program pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Di sektor pendidikan, Pemprov Jateng menggratiskan biaya pendidikan bagi 231.724 siswa sekolah negeri dan sekitar 5.004 siswa sekolah swasta. Pemerintah juga memberikan beasiswa bagi siswa tidak mampu, termasuk 10.000 siswa dari keluarga miskin. Sebanyak 282 sekolah telah direhabilitasi dan sembilan sekolah baru dibangun.
Di bidang kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau sekitar 21 juta masyarakat. Sementara di sektor perumahan, pemerintah telah menuntaskan sekitar 339.963 unit backlog perumahan.
Jawa Tengah juga memperkuat dukungan terhadap program pemerintah pusat. Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar sembilan juta penerima manfaat melalui 4.382 SPPG. Sebanyak 14 Sekolah Rakyat telah direalisasikan dengan 1.275 siswa, sedangkan Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk sebanyak 8.523 unit dan 6.271 di antaranya telah beroperasi.
Luthfi menegaskan berbagai capaian tersebut tidak semata-mata menjadi hasil kerja pemerintah. Penghargaan dan capaian yang diraih Jawa Tengah juga merupakan buah dari kontribusi seluruh elemen masyarakat. "Boleh jadi tidak semua perjuangan panjenengan terlihat, tidak semua kerja keras tercatat. Namun manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat Jawa Tengah," katanya.
Di usia Jawa Tengah ke-81, Luthfi mengatakan perjalanan pembangunan di Jawa Tengah merupakan estafet dari 15 gubernur sebelumnya. Setiap pemerintahan menghadapi tantangan dan persoalan yang berbeda. Karena itu, semangat Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji harus menjadi energi untuk melanjutkan kerja bersama tersebut. Pemerintah, kata dia, masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.
Artikel Terkait
Harapan dan Capaian Pembangunan Mewarnai Peringatan HUT ke-81 Jawa Tengah
Momen Menegangkan di Upacara HUT RI: Wanita Diduga ODGJ Nyaris Memeluk Bupati Indramayu
Kapolresta Balikpapan Jadi Komandan Upacara Penurunan Bendera HUT RI di Istana Merdeka
Upacara HUT ke-81 RI di IKN Digelar Khidmat di Plaza Seremoni, Dihadiri 40 Investor