Polri Pastikan Arus Lalu Lintas di Puncak Terkendali Meski Volume Kendaraan Capai 40.000 Unit

- Senin, 01 Juni 2026 | 20:30 WIB
Polri Pastikan Arus Lalu Lintas di Puncak Terkendali Meski Volume Kendaraan Capai 40.000 Unit

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, memastikan arus lalu lintas di kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, tetap terkendali selama masa libur panjang. Pernyataan itu disampaikan setelah jajaran polisi lalu lintas melakukan pemantauan intensif di berbagai ruas jalan tol hingga kawasan wisata tersebut selama sepekan terakhir.

Dalam keterangan resminya, Agus mengungkapkan bahwa pemantauan telah dilakukan sejak Rabu (27/5) di jalan tol dan berlanjut hingga Senin di wilayah Jawa Barat, tepatnya di kawasan Gadog. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kepadatan lalu lintas mulai terjadi pada Sabtu (30/5) hingga Minggu (31/5) dengan volume kendaraan yang cukup tinggi.

“Bahkan puncaknya di hari Sabtu menuju Minggu, dan hari ini, 24 jam itu sebesar hampir 40.000 (kendaraan),” ungkapnya saat meninjau langsung kondisi arus lalu lintas di Puncak.

Meskipun volume kendaraan melonjak signifikan, Agus menegaskan bahwa kondisi lalu lintas masih dapat dikelola dengan baik. Petugas di lapangan menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk sistem satu arah atau one way, untuk mengurai kepadatan.

“Dari pagi mengarah ke atas itu dilakukan one way dan hari ini tadi, jam 14.00 WIB dilakukan one way arah Jakarta,” ucapnya.

Sementara itu, kondisi lalu lintas di sejumlah ruas utama lainnya juga dilaporkan masih terkendali. Agus menyebutkan bahwa pemantauan dilakukan secara menyeluruh, baik di jalur Trans Jawa, jalur menuju Cikupa, maupun Trans Sumatera.

“Prinsip semuanya terkendali, baik Trans Jawa termasuk juga yang menuju ke Cikupa, Trans Sumatera laporan dari para Dirlantas cukup terkendali, dan kami selalu hadir di lapangan,” pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar