Balita 4 Tahun di Surabaya Disiksa Paman dan Bibi, Rambut Dibotaki hingga Diberi Makanan Kucing

- Kamis, 26 Februari 2026 | 23:25 WIB
Balita 4 Tahun di Surabaya Disiksa Paman dan Bibi, Rambut Dibotaki hingga Diberi Makanan Kucing

Sebuah kisah yang memilukan datang dari Lakarsantri, Surabaya. Seorang balita berusia empat tahun, berinisial KRN, harus menderita di tangan paman dan bibinya sendiri. Selama dua bulan terakhir, bocah malang itu disiksa, bahkan rambutnya dibotaki dan diberi makanan kucing. Ayah korban, Dandi Pratama Putra, dengan suara berat menceritakan bagaimana semua ini bermula.

Setelah bercerai dengan istrinya, Dandi menitipkan KRN kepada ibunya di kawasan Tambak Asri. Keadaan berubah sekitar Oktober tahun lalu. Adik kandungnya, Sellyna Adika Wahyuni, punya permintaan.

"Dia bilang, 'Mas, KRN tak rawat ya, buat temen di kos. Karena aku juga belum punya anak',"

kata Dandi, mengulang perkataan adiknya itu.

Mengingat pelaku adalah adik kandungnya sendiri, Dandi sama sekali tidak curiga. Ia merasa tenang. Untuk menjaga kontak, ia sering menghubungi putranya lewat telepon. Namun, ada sesuatu yang mulai terasa aneh. Memasuki bulan Desember, setiap kali Dandi ingin video call, permintaannya selalu ditolak.

Alasannya macam-macam. Kadang KRN diajak suaminya, atau lagi main di rumah tetangga. "Sejak dua bulan sebelum diselamatkan warga itu, setiap saya video call jarang angkat," jelas Dandi. Bahkan jika diangkat, adiknya enggan menunjukkan wajah KRN.

Sebenarnya ada niat untuk berkunjung, tapi urung dilakukan. Kendala transportasi jadi penghalang. Dandi hanya bisa mengirim uang jajan, berharap itu cukup. Kini, setelah penyelamatan, amarah dan kekecewaannya memuncak. Ia mendesak agar kedua pelaku dihukum seberat-beratnya. Anak semata wayangnya itu kini harus menanggung trauma yang dalam, luka yang mungkin tak mudah sembuh.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar