Sistem pertahanan udara Kuwait berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone yang menyerang wilayah negara tersebut pada Senin (1/6) waktu setempat, memicu sirene serangan udara berbunyi di berbagai penjuru negeri. Militer Kuwait, dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh kantor berita internasional, mengonfirmasi bahwa suara ledakan yang terdengar oleh warga merupakan dampak dari operasi intersepsi terhadap serangan musuh tersebut.
Pernyataan yang dirilis oleh Staf Umum Angkatan Udara Kuwait melalui akun media sosial resmi mereka menjelaskan bahwa sistem pertahanan udara telah bergerak untuk menangkal ancaman yang datang. “Staf Umum Angkatan Udara ingin memberitahukan bahwa suara ledakan yang terdengar adalah imbas dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan-serangan musuh ini,” demikian bunyi pernyataan tersebut. Hingga saat ini, militer Kuwait belum menyebutkan secara spesifik pihak yang menjadi sumber serangan rudal dan drone tersebut.
Sementara itu, kantor berita Kuwait, KUNA, melaporkan bahwa sirene peringatan serangan udara berbunyi di seluruh wilayah Kuwait saat sistem pertahanan udara melakukan intersepsi. Laporan dari media lokal, sebagaimana dikutip oleh Anadolu Agency, menyebutkan bahwa suara aktivitas pertahanan udara terdengar jelas di area sekitar Jahra, yang terletak di sebelah barat ibu kota Kuwait City.
Di sisi lain, otoritas Kuwait belum merilis detail lebih lanjut mengenai dugaan asal atau sumber serangan rudal dan drone tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan akibat insiden tersebut. Pemerintah setempat mengimbau warga untuk tetap tenang dan mematuhi instruksi keamanan serta keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait.
Artikel Terkait
Menteri Fadli Zon Tegaskan Borobudur Bukan Sekadar Monumen, Melainkan Tempat Suci Umat Buddha
Menteri Pertahanan Sjafrie Pimpin Pemakaman Militer Ryamizard Ryacudu di Kalibata
Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Tarik Tunai dengan Bukti Transfer Palsu di SPBU Cileungsi
AS Serang Radar dan Pusat Kendali Drone Iran di Goruk dan Pulau Qeshm