23 Perwira Polres Naik Pangkat Jadi Brigjen, Kapolri Mutasi 108 Personel

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:40 WIB
23 Perwira Polres Naik Pangkat Jadi Brigjen, Kapolri Mutasi 108 Personel

Mutasi besar-besaran di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada Mei 2026 membawa angin segar bagi karier 23 perwira menengah. Mereka yang sebelumnya menyandang pangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes) Pol kini resmi naik pangkat menjadi Perwira Tinggi (Pati) bintang satu atau Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol). Keputusan ini tertuang dalam Surat Telegram Rahasia Nomor ST/960/KEP.2026 yang ditandatangani oleh Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri, Irjen Pol Anwar, pada Kamis, 7 Mei 2026.

Secara keseluruhan, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi dan rotasi terhadap 108 perwira, baik Pati maupun Pamen. Langkah ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang terus berjalan untuk menjaga efektivitas dan profesionalisme institusi.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa mutasi jabatan merupakan proses alamiah dalam pembinaan karier personel. Menurutnya, rotasi ini tidak hanya bertujuan untuk penyegaran organisasi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujar Johnny dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

Ia menambahkan, pergantian jabatan diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. “Polri terus berkomitmen melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi agar semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Dari daftar mutasi yang dirilis, sejumlah nama menempati posisi strategis di berbagai satuan. Kombes Pol Heru Novianto, misalnya, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagops Rorenminops Korbrimob Polri, kini dipercaya memimpin sebagai Danpasbrimob II Korbrimob Polri. Sementara itu, Kombes Pol Arif Budiman yang sebelumnya menjabat Wadirtipideksus Bareskrim Polri, kini ditempatkan sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri.

Di lingkungan akademisi, Kombes Pol Deni Setyo Utomo yang semula menjabat Kabagren Rojianstra SSDM Polri, kini mengemban amanah sebagai Wagub Akpol Lemdiklat Polri. Hal serupa terjadi pada Kombes Pol M Pratama Adhyasastra yang sebelumnya menjabat Dirlantas Polda Jateng, kini menjadi Dosen Kepolisian Utama TK II Akpol Lemdiklat Polri.

Beberapa perwira lainnya juga mendapatkan penempatan di bidang intelijen dan pengawasan. Kombes Pol Wirdo Nefisco, misalnya, yang sebelumnya bertugas sebagai Analis Intelijen Kepolisian Madya TK I Baintelkam Polri, kini diangkat sebagai Agen Intelijen Kepolisian Utama TK II Baintelkam Polri. Di sisi lain, Kombes Pol Eko Trisnanto yang sebelumnya menjabat Kabagdumas Rorenmin Itwasum Polri, kini menjabat sebagai Auditor Kepolisian Utama TK II Slog Polri.

Di jajaran kepolisian daerah, Kombes Pol Prianto Teguh Nugroho yang sebelumnya menjabat Sesroprovos Divpropam Polri, kini dipercaya sebagai Wakapolda Bengkulu. Sementara itu, Kombes Pol Dhany Arie Fianto yang sebelumnya menjabat Kasatgaswil DKI Jakarta Densus 88 AT Polri, kini diangkat sebagai Dirtindak Densus 88 AT Polri.

Mutasi ini juga menyentuh bidang pemberantasan korupsi dan narkoba. Kombes Pol Bhakti Eri Nurmansyah yang sebelumnya menjabat Wadirtindak Kortastipidkor Polri, kini menjabat Dircegah Kortastipidkor Polri. Sedangkan Kombes Pol Sunario yang sebelumnya menjabat Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri, kini ditempatkan sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri.

Secara keseluruhan, mutasi ini menunjukkan upaya Polri untuk terus melakukan regenerasi kepemimpinan dan penempatan personel sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi. Dengan demikian, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar