Mortir Diduga Aktif Ditemukan di Kawasan Cinere Depok, Evakuasi oleh Jihandak
Sebuah benda yang diduga kuat merupakan mortir aktif berhasil diamankan di kompleks perumahan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. Benda bersejarah dan berbahaya ini pertama kali ditemukan oleh dua orang anggota satpam setempat.
Kronologi Penemuan Mortir oleh Satpam
Kasubbid Penjas Bidhumas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa penemuan terjadi pada Jumat (31/10). Saat itu, kedua satpam sedang melakukan penggalian tanah untuk keperluan fondasi sebuah bangunan.
"Warga melaporkan kepada Satbinmas Polsek Cinere bahwa mereka menemukan benda menyerupai mortir saat menggali tanah untuk fondasi rumah," jelas Reonald pada Sabtu (1/11/2025).
Langkah Penanganan dan Identifikasi Awal
Mendapat laporan tersebut, kepolisian segera bergerak cepat. Langkah pertama yang diambil adalah mengamankan area lokasi penemuan untuk mencegah akses masyarakat umum. Selanjutnya, tim melakukan identifikasi awal terhadap benda mencurigakan tersebut.
"Hasil pemeriksaan sementara, benda tersebut diduga sebuah mortir, dalam kondisi berkarat namun masih utuh," tambah Reonald.
Evakuasi oleh Unit Khusus Jihandak
Mengingat potensi bahaya yang tinggi, pihak kepolisian kemudian mengerahkan Unit Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) dari Satbrimob Polda Metro Jaya. Tim ahli ini yang bertugas mengevakuasi dan mengamankan benda temuan tersebut dari lokasi.
Reonald menegaskan, "Benda yang diduga mortir jenis kaliber 81 mm di lokasi sebagaimana tersebut di atas, penanganan telah dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Situasi di lokasi dalam keadaan aman dan kondusif."
Keberhasilan pengamanan ini mencegah potensi bahaya yang dapat timbul dari mortir aktif. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan benda mencurigakan serupa.
Artikel Terkait
TNI AL Temukan Kandungan Logam Tanah Jarang dan Unsur Radioaktif di 25 Kontainer Ilegal Batam
Pria Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi Palembang
Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Tutup Lebih Awal saat Waisak, Pengunjung Hanya Boleh hingga Pelataran
BSN Salurkan 245 Hewan Kurban ke Masyarakat di Seluruh Indonesia