IHSG Melemah, Saham Energi Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah

- Senin, 30 Maret 2026 | 11:15 WIB
IHSG Melemah, Saham Energi Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah

Pasar saham Indonesia hari Senin (30/3) diwarnai aksi kontras. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk, justru saham-saham di sektor energi tampil perkasa. Kenaikan mereka tak lepas dari sentimen global: konflik di Timur Tengah yang memanas kembali mendorong harga komoditas energi melambung.

Di papan pencatatan, saham batu bara jadi primadona. Adaro Group memimpin kenaikan, dengan AADI melesat 3,5% ke level Rp11.100. ADMR dan ADRO juga ikut menguat, masing-masing naik 3,05% dan 2,76%. Tak ketinggalan, emiten besar lain seperti ITMG bahkan melonjak 4,68%. HRUM, PTBA, dan ABMM pun catatkan kenaikan, meski lebih moderat.

Di sisi lain, saham migas dan penunjangnya juga tak mau kalah. AKRA jadi yang paling bersinar dengan kenaikan hampir 6%. CGAS bahkan lebih gila, melonjak 9,43%. PGAS, MEDC, dan ELSA juga ikut menguat, meski dengan persentase yang lebih beragam.

Semua ini terjadi di tengah tekanan yang cukup berat pada IHSG. Indeks acuan itu akhirnya ditutup melemah 0,84% ke level 7.038. Padahal di awal sesi, koreksinya sempat lebih dalam, mencapai 2,14%. Ini jadi hari ketiga berturut-turut IHSG berakhir di zona merah.

Lalu, apa yang mendorong saham energi tetap kuat? Jawabannya ada di pasar komoditas dunia. Harga minyak mentah Brent, misalnya, naik 2,4% ke USD115,33 per barel. Kenaikan bulanannya fantastis: mencapai 60%, yang bahkan melampaui lonjakan pasca invasi Irak ke Kuwait tahun 1990. Minyak mentah AS juga tak kalah, naik 3% dengan kenaikan bulanan 53%.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar