Pabrik Gula Tradisional di Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta

- Senin, 25 Mei 2026 | 21:00 WIB
Pabrik Gula Tradisional di Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta

Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik gula tradisional di Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Senin (25/5/2026) siang. Api meludeskan seluruh area pabrik berikut dua ton gula yang sudah siap dipasarkan, menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp200 juta. Meski peristiwa ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Kapolsek Sumbergempol, AKP Moh Anshori, mengungkapkan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, kobaran api sudah membesar dan dengan cepat menjalar ke seluruh struktur bangunan utama pabrik milik Muhajir tersebut. Melihat situasi yang kian genting, warga segera melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Setelah menerima laporan darurat, polisi langsung meneruskan informasi tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tulungagung. Petugas pemadam bergerak cepat dengan menerjunkan dua unit kendaraan armada pemadam kebakaran, ditambah dua unit truk penyuplai air. Namun, proses pemadaman di lapangan berjalan alot dan menguras tenaga.

Banyaknya material mudah terbakar di dalam pabrik, seperti tumpukan ampas atau sepah tebu kering sisa produksi, membuat api terus berkobar dan sulit dipadamkan. Hingga petang hari, sekitar empat jam sejak api mulai mengamuk, petugas Damkar masih berjibaku di lokasi untuk melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan dari pemilik pabrik, seluruh bangunan beserta alat-alat mesin penggilingan tradisional di dalamnya ludes dilalap api tanpa sisa. “Selain bangunan dan peralatan pabrik yang hangus, ada gula siap jual seberat kurang lebih dua ton yang juga ikut ludes terbakar. Total kerugian ditaksir menyentuh angka Rp200 juta,” ujar AKP Moh Anshori.

Di sisi lain, tidak adanya korban jiwa dalam insiden ini menjadi catatan penting. Saat kebakaran terjadi, pabrik dalam kondisi kosong karena seluruh karyawan sedang diliburkan. Tidak ada aktivitas produksi sama sekali di dalam area bangunan, sehingga risiko timbulnya korban luka maupun jiwa berhasil diminimalkan. Meski demikian, kerugian materiil yang diderita pemilik pabrik dinilai cukup berat, mengingat seluruh aset produksi dan stok gula habis terbakar.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar