Kejadiannya di Lubuk Rukam, Kecamatan Kandis. Sebuah jembatan besi yang jadi penghubung utama di sana ambruk begitu saja. Akibatnya, para pelajar di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kini harus mencari cara lain untuk sampai ke sekolah. Salah satunya? Naik perahu.
Menurut sejumlah saksi, keruntuhan itu benar-benar menghentikan mobilitas warga. Aktivitas sehari-hari, mulai dari urusan ekonomi, pendidikan, sampai pelayanan publik, langsung tersendat. Kepala BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat, mengonfirmasi hal ini.
"Kita sudah menyiagakan satu perahu fiber untuk bantu aktivitas masyarakat," ujar Edi, Sabtu (24/1).
Ia menjelaskan, perahu itu disiapkan khusus untuk warga yang mau ke kebun, para siswa yang berangkat sekolah, dan keperluan mendesak lainnya. Namun begitu, bagi yang membawa kendaraan, solusinya berbeda.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dito Ariotedjo, Bukti Kasus Kuota Haji Menguat
Mobil Misterius di Minahasa, Tujuh Bangkai Anjing Ditemukan di Dalamnya
Jenazah Capt. Andy Dimakamkan Siang Ini di TPU Ranca Sadang
Tim DVI Berhasil Identifikasi Enam Korban Longsor Cisarua, 71 Orang Masih Hilang