Jakarta, Senin (9/3) – Ruang pertemuan Hotel Tamarin Jakarta tampak penuh. Di sana, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (BSKDN Kemendagri) baru saja membuka sebuah workshop. Tujuannya? Untuk menguatkan manajemen talenta bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ini bukan sekadar acara biasa. Menurut pihak penyelenggara, kegiatan ini adalah langkah strategis. Mereka ingin membangun kapasitas kelembagaan lewat pengelolaan SDM aparatur yang lebih matang profesional, terencana, dan yang paling utama, mengedepankan sistem merit.
Noudy R.P. Tendean, Sekretaris BSKDN Kemendagri, yang hadir membuka acara, tak lupa menyampaikan apresiasi. Ia berterima kasih pada para narasumber yang sudah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu.
“Penyelenggaraan workshop ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BSKDN,” ujarnya.
Noudy menegaskan, di tengah arus birokrasi modern seperti sekarang, penguatan manajemen talenta ASN itu pilar yang krusial. Tanpa itu, mustahil mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan punya daya saing. Hal ini sebenarnya sudah menjadi amanat lama, yang digaungkan sejak era reformasi 1998.
“Setiap ASN memiliki potensi dan kompetensi terbaik yang kemudian dapat dipersiapkan serta dikembangkan secara optimal untuk menduduki posisi-posisi strategis dalam organisasi. Itu letak pentingnya dari manajemen talenta,” tegasnya.
Di sisi lain, Noudy tampak bangga dengan kualitas SDM di lingkungan BSKDN saat ini. Capaiannya, katanya, cukup membanggakan. Buktinya, dalam sejumlah kegiatan pengembangan kompetensi dan pendidikan kedinasan, tim BSKDN kerap menempati posisi puncak.
Artikel Terkait
Keyakinan Konsumen Indonesia Melemah, Masyarakat Pilih Perkuat Tabungan
Nasib 1,37 Juta PPPK Paruh Waktu Mengambang Jelang Revisi UU ASN
Piche Kota Ditahan Usai Pulih dari Vertigo, Terlibat Kasus Pemerkosaan Siswi
Bitcoin Rebound Usai Komentar Trump Redakan Ketegangan Minyak