Modena Pasok Air Minum Gratis dan Selamatkan Makanan untuk Buka Puasa

- Kamis, 05 Maret 2026 | 07:15 WIB
Modena Pasok Air Minum Gratis dan Selamatkan Makanan untuk Buka Puasa

Modena Hadirkan Air Minum Gratis di Titik Publik, Selamatkan Makanan untuk Buka Puasa

Menyambut Ramadan, Modena kembali menggelar program keberlanjutannya. Kali ini, mereka meresmikan delapan titik air minum gratis yang tersebar di beberapa lokasi publik, dari Jakarta hingga Bekasi. Semua ini dijalankan lewat program Modena Pure Hub.

Di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, ada empat titik. Sementara dua titik lainnya beroperasi di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Cikarang. Satu titik tersedia di Masjid Al-Bakrie, dan satu lagi di Jembatan Penyeberangan Multiguna Lebak Bulus. Intinya, masyarakat bisa mengisi ulang air minum bersih di sana dengan cuma-cuma.

Menariknya, program ini bukan cuma untuk Ramadan. Akses air bersih gratis ini akan terus berlanjut setelah bulan suci usai. Hingga saat ini, katanya, sudah lebih dari 150 ribu liter air yang disalurkan ke publik.

Winda Aulia Pratiwi, Sustainability Lead Modena, menjelaskan bahwa inisiatif ini punya dua tujuan sekaligus. Di satu sisi, memperluas akses air bersih. Di sisi lain, mengurangi sampah botol plastik sekali pakai yang makin menggunung.

"Inisiatif ini merupakan komitmen keberlanjutan Modena dalam memperluas akses terhadap air bersih dan pangan, sekaligus mengurangi sampah kemasan plastik serta limbah makanan. Upaya pemerataan akses dan pengurangan limbah harus berjalan beriringan,"

Ucap Winda dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/3/2026).

Soal kualitas air, Modena menjamin keamanannya. Semua titik menggunakan teknologi Reverse Osmosis Water Purifier yang mampu menyaring partikel mikro dan kontaminan. Jadi, air yang keluar dijamin higienis dan layak konsumsi.

Tak Hanya Air, Ada Juga "Rescue Kitchen"

Selain fokus pada air, rupanya Modena punya program lain yang tak kalah menarik. Melalui Modena DENA Food Hub, mereka berkolaborasi dengan Scholars of Sustenance menjalankan kegiatan "rescue kitchen".

Hasilnya? Mereka berhasil menyelamatkan 62 kilogram makanan yang nyaris terbuang. Makanan-makanan itu kemudian diolah dan dibagikan sebagai hidangan berbuka puasa.

Penerima manfaatnya adalah sekitar 100 warga di Kampung Gasong, Menteng Atas, Jakarta Selatan. Kawasan padat ini mayoritas dihuni oleh para pemulung. Jadi, program ini sekaligus memperluas akses pangan bagi komunitas yang benar-benar membutuhkan, sekaligus memangkas limbah makanan di bulan yang konsumsinya biasanya melonjak.

Secara garis besar, program Pure Hub ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama soal air bersih dan kehidupan sehat. Sementara program Food Hub mendukung pengurangan kelaparan dan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Keduanya, pada akhirnya, juga berkontribusi pada penanganan perubahan iklim dengan mengurangi sampah plastik dan sisa makanan.

Winda menutup dengan pernyataan yang cukup menggambarkan filosofi perusahaan.

"Air yang kita minum dan makanan yang kita konsumsi merupakan kebutuhan paling mendasar. Sebagai brand yang dekat dengan kebutuhan tersebut, kami berkomitmen memastikan setiap inovasi dan inisiatif memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,"

Begitulah. Di tengan hingar-bingar bisnis, upaya kecil seperti menyediakan air minum gratis dan menyelamatkan makanan ternyata punya dampak yang luas. Terutama bagi mereka yang paling merasakan langsung manfaatnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar