Herdman Buka Suara soal Panggilan Ferarri ke Timnas: Kami Lihat Potensi, Bukan Sekadar Menit Bermain

- Jumat, 05 Juni 2026 | 09:10 WIB
Herdman Buka Suara soal Panggilan Ferarri ke Timnas: Kami Lihat Potensi, Bukan Sekadar Menit Bermain

Keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memanggil Muhammad Ferarri untuk memperkuat skuad Garuda pada FIFA Matchday Juni 2026 memicu perdebatan hangat di kalangan publik sepak bola nasional. Nama bek Bhayangkara Presisi Lampung itu masuk dalam daftar 23 pemain yang akan menghadapi Oman dan Mozambik, sebuah langkah yang langsung disorot karena minimnya menit bermain yang ia dapatkan sepanjang musim Super League 2025-2026.

Ferarri tercatat hanya tampil dalam 14 pertandingan dengan total 783 menit bermain bersama Bhayangkara Presisi Lampung. Situasi ini tidak lepas dari cedera Medial Collateral Ligament (MCL) grade dua yang ia alami pada awal tahun. Setelah pulih, pemain berusia 22 tahun itu baru kembali merumput pada dua laga terakhir musim lalu, yakni saat menghadapi Bali United dan PSBS Biak. Kondisi tersebut membuat sebagian publik mempertanyakan keputusannya masuk skuad tim nasional, terlebih beberapa pemain lain dinilai tampil lebih stabil sepanjang musim.

Menanggapi polemik yang berkembang, John Herdman menegaskan bahwa proses seleksi pemain dilakukan secara komprehensif dan tidak semata-mata bertumpu pada performa jangka pendek. “Maksud saya, Ferarri bermain di posisi yang sangat berbeda dengan Kambuaya dan Klok, itu sudah pasti. Tapi, kami sangat teliti dengan pemilihan kami,” ujar Herdman dalam konferensi pers jelang laga kontra Oman, Jumat (5/6/2026).

Herdman menjelaskan, tim pelatih melakukan evaluasi menyeluruh yang mencakup riwayat karier, kebutuhan posisi, hingga karakteristik fisik dan teknis pemain. “Kami tidak hanya melihat tiga laga terakhir atau tiga bulan terakhir; kami melihat riwayat pemain, perjalanan mereka dalam sepak bola, dan kemudian kami melihat profil kami. Kami sangat jelas mengenai profil bek tengah atau bek sayap yang kami butuhkan, lalu kami harus memproyeksikan pemain mana yang memiliki kapasitas fisik dan teknis tertentu,” jelasnya.

Menurut Herdman, Ferarri masuk dalam kategori pemain berpotensi tinggi yang layak diuji dalam lingkungan tim nasional dengan standar kompetisi yang lebih ketat. “Jika kami bekerja dengan mereka dan menempatkan mereka di sekitar pemain top seperti Kevin, bisakah mereka mencapai potensi tertinggi? Ferrari adalah seseorang yang kami rasa memiliki potensi tinggi,” tutur mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.

Herdman juga mengungkapkan bahwa pemantauan terhadap Ferarri sudah dilakukan sejak era Shin Tae-yong. Ia menilai performa Ferarri sebelum cedera menunjukkan perkembangan yang positif. “Penampilannya bersama Shin Tae-yong, kami merasa sebelum cederanya, kami bisa melihat pemain yang berada pada lintasan yang sangat positif. Dan kemudian dia harus membuktikan haknya,” kata Herdman.

Ajang pembuktian itu datang pada pemusatan latihan (training camp) yang digelar pada Mei lalu. Dari pemantauan staf pelatih, Ferarri dinilai mampu memenuhi kebutuhan tim untuk agenda internasional bulan Juni. “Jadi kami mengadakan kamp latihan bulan Mei, kami memberikan kesempatan kepada banyak pemain untuk membuktikan hak mereka agar bisa berada di sini pada bulan Juni, dan Ferarri membuktikan haknya,” terang Herdman.

Sementara itu, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Timnas Oman dan Timnas Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026. Dua pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, masing-masing pada 5 dan 9 Juni 2026.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar