Bentrokan di Menteng Tewaskan Satu Orang, Dipicu Suara Knalpot Bising

- Senin, 27 Juli 2026 | 04:48 WIB
Bentrokan di Menteng Tewaskan Satu Orang, Dipicu Suara Knalpot Bising

Bentrokan antar dua kelompok di kawasan Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7) pagi, menewaskan seorang pemuda berusia 23 tahun. Peristiwa yang dipicu oleh suara knalpot motor yang bising itu juga mengakibatkan seorang lainnya luka-luka dan tiga orang ditangkap polisi.

Dalam video yang beredar, sejumlah orang terlihat saling lempar batu. Beberapa di antaranya membawa kayu dan bambu. Pagar dan gerobak pedagang rusak. Seorang pria terkapar babak belur. Polisi telah memasang garis polisi di lokasi. Pecahan kaca berserakan, dan satu sepeda motor terbakar.

Keributan bermula di sebuah gerobak nasi uduk di Jalan Matraman Dalam. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, sekelompok orang datang membeli sarapan. Mereka tidak dilayani dengan baik, lalu menggeber kendaraan dan pergi. Tak lama, mereka kembali bersama teman-temannya dan merusak gerobak tersebut. Perusakan itu memicu kemarahan warga sekitar yang kemudian menyerang tempat berkumpul kelompok tersebut hingga bentrokan terjadi.

Polisi menemukan barang bukti berupa puing bangunan, kendaraan terbakar, jejak darah, dan batu berlumuran darah. Dua orang korban dievakuasi ke RSCM, namun satu di antaranya, berinisial K (23), meninggal dunia. Tiga orang berinisial S, T, dan U diamankan di Polsek Menteng atas dugaan penganiayaan. Sekitar 15 orang lainnya diperiksa untuk mengurai keterlibatan masing-masing.

Pemicu dan Klarifikasi

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung menjelaskan, dua orang menggeber motor hingga bising. Saat ditegur, mereka tidak terima dan kembali bersama lima orang lainnya melakukan perusakan dan pemukulan. Polisi masih menyelidiki apakah pelaku di bawah pengaruh minuman keras.

Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membantah narasi yang beredar di media sosial bahwa bentrokan dipicu kelompok etnis Ambon yang tak membayar nasi uduk. Pemilik gerobak menyatakan kelompok tersebut tidak membeli nasi uduk, melainkan bubur. Ia juga memastikan tidak ada perusakan masjid, sesuai kesaksian pengurus masjid setempat.

Hal senada disampaikan advokat kelompok Ambon, Nefton Alfares. Ia menegaskan pemicu adalah suara knalpot motor yang dianggap bising, bukan masalah pembayaran. Ia meminta semua pelaku yang terlihat dalam video ditangkap, karena dua orang dari kelompoknya juga menjadi korban.

Personel Brimob dan TNI masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi bentrokan susulan. Aparat berpatroli di sepanjang Jalan Tambak hingga kawasan gerobak nasi uduk.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags