Dorong Generasi Muda Bangun Transmigrasi Berkelanjutan, Menteri Iftitah Luncurkan Beasiswa Patriot

- Sabtu, 01 November 2025 | 05:30 WIB
Dorong Generasi Muda Bangun Transmigrasi Berkelanjutan, Menteri Iftitah Luncurkan Beasiswa Patriot

Menteri Transmigrasi Dorong Generasi Muda Bangun Kawasan Transmigrasi Berkelanjutan

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, secara resmi mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam membangun kawasan transmigrasi yang mandiri dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan dalam kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, dengan tema Transformasi Transmigrasi: Semangat Membangun Negeri Melalui Kemandirian dan Kewirausahaan.

Transformasi Transmigrasi: Dari Pemindahan Penduduk ke Distribusi SDM Unggul

Menurut Iftitah, esensi pembangunan kawasan transmigrasi telah bergeser. Fokusnya bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan mendistribusikan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. "Kehadiran saya di sini untuk memastikan partisipasi generasi muda ikut membangun kawasan transmigrasi. Jadi kata kuncinya, tidak hanya memindahkan masalah, tetapi mendistribusikan SDM unggul," tegasnya.

Sinergi Kampus dan Dunia Usaha untuk Industrialisasi Inklusif

Kementerian Transmigrasi tengah menjalin sinergi strategis dengan dunia kampus dan dunia usaha. Tujuannya adalah agar pengembangan kawasan transmigrasi dapat mendorong industrialisasi yang inklusif, tanpa menyingkirkan masyarakat lokal. "Supaya masyarakat lokal terserap oleh lapangan kerja. Kami juga harus memberdayakan mereka. Sehingga pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi akan inklusif dan berkelanjutan," jelas Iftitah.

Fokus pada Tiga Kawasan Transmigrasi Percontohan

Sebagai langkah nyata, kementerian memusatkan pengembangan di tiga kawasan transmigrasi percontohan, yaitu:

  • Barelang, Batam
  • Salor, Merauke
  • Sulawesi Tengah atau Sulawesi Barat (dalam tahap pertimbangan)

Ketiga kawasan ini akan menjadi pilot project untuk distribusi besar-besaran SDM unggul.

Beasiswa Patriot dan Kolaborasi Internasional

Pada tahun depan, pemerintah akan meluncurkan Beasiswa Patriot. Program ini dirancang untuk mengajak lulusan terbaik universitas di Indonesia berkontribusi membangun kawasan transmigrasi secara menyeluruh. Selain itu, telah disiapkan kolaborasi double degree antara Undip dan Technical University of Munich (TUM) Jerman bagi mahasiswa Program Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).

Dukungan Penuh dari Universitas Diponegoro (Undip)

Rektor Undip, Suharnomo, menyatakan dukungan penuh terhadap transformasi transmigrasi ini. Undip telah mengirim lebih dari 275 mahasiswa, dosen, dan alumni dalam Ekspedisi Patriot yang menjangkau 52 wilayah transmigrasi di 13 provinsi. "Kami support dengan ide untuk transformasi transmigrasi. Kami mengidentifikasi potensi ekonomi lokal agar menjadi pusat pertumbuhan baru," ujar Suharnomo.

Revisi UU Transmigrasi dan Minat Investor

Untuk mendukung program ini, revisi Undang-Undang Transmigrasi sedang disiapkan untuk masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Revisi ini akan menyesuaikan kebijakan transmigrasi dengan kebutuhan pembangunan SDM unggul. Saat ini, tercatat 50 investor yang tertarik menanamkan modal di kawasan transmigrasi, terutama di sektor perkebunan, pertambangan, pertanian, perikanan, dan peternakan.

Integrasi Bela Negara dengan Beasiswa Patriot

Sebagai bentuk penguatan semangat bela negara, Menteri Iftitah juga menyiapkan program pembentukan tentara Komponen Cadangan (Komcad) bagi mahasiswa penerima Beasiswa Patriot. Sekitar 30 hingga 60 persen peserta akan diarahkan menjadi prajurit Komcad. "Kami ingin anak-anak muda memiliki jiwa patriotisme yang teruji. Komcad bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang semangat membangun negeri," tutupnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar