Pekan lalu, dalam sebuah perjalanan menuju Tonra, Bone, seorang tokoh gerakan setempat membagikan kisah yang menjadi pengingat akan kekuatan doa seorang ibu. Kisah itu berpusat pada masa kecil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, anak kedua dari dua belas bersaudara yang tumbuh dalam kesederhanaan di pedesaan.
Sang ibu, menurut cerita yang berkembang di kampung, tak pernah lelah menyampaikan kepada siapa pun bahwa kelak anak-anaknya akan menjadi orang besar. Ada yang akan menjadi pengusaha, ada pula yang akan menjadi pejabat. Semua akan bermanfaat bagi masyarakat. Namun, ucapan itu kerap disambut dengan senyum sinis. Banyak yang meragukan mana mungkin anak desa dari keluarga miskin bisa mencapai hal semacam itu?
Keraguan itu tak pernah menyurutkan keyakinan orangtuanya. Sang ibu terus mengulang kalimat yang sama, bukan sekali dua kali, melainkan berkali-kali. Seolah-olah ia telah melihat masa depan itu terjadi, jauh sebelum orang lain mampu mempercayainya. Ucapan yang dulu dianggap terlalu tinggi bermimpi itu, pada akhirnya, menjadi doa yang menemukan jalannya.
Hari ini, kata-kata yang lahir dari keyakinan, kesabaran, dan keikhlasan itu telah terbukti. Andi Amran Sulaiman kini menjabat sebagai menteri yang berhasil mewujudkan swasembada beras. Bersama saudara-saudaranya, ia tumbuh menjadi sosok yang berada di ruang-ruang penting kehidupan. Ada yang menjadi pengusaha, ada yang menjadi pejabat, dan semua memberi manfaat luas bagi banyak orang.
Bahkan, satu desa di Bone itu kini dikenal sebagai tempat lahirnya pemimpin hebat seorang menteri, gubernur, dan bupati. Semua berasal dari satu keluarga. Mereka telah membuktikan bahwa dari keluarga sederhana, melalui keikhlasan, kerja keras, dan doa, takdir bisa diubah. Semua ditopang oleh doa seorang ibu yang tembus ke langit.
Kisah ini mengingatkan pada pesan penting dalam buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu. Bahwa hidup tidak hanya digerakkan oleh kerja keras yang tampak di luar, tetapi juga oleh energi batin yang jernih di dalam. Doa, keyakinan, rasa syukur, dan keikhlasan adalah kekuatan yang bekerja diam-diam, namun bisa mengubah arah takdir.
Buku itu mengajarkan bahwa ikhlas bukan sekadar menerima, melainkan juga membuka diri pada energi positif dan berkat yang diberikan. Dengan keikhlasan, beban emosional negatif yang sering menghalangi perjalanan hidup bisa dilepaskan. Kita belajar menerima segala takdir dengan lapang dada.
Sebab, ketika ikhtiar bertemu dengan doa yang tulus dan dipeluk dengan keikhlasan, maka yang tampaknya mustahil akan menjadi nyata. Jangan pernah meremehkan kekuatan doa dan keyakinan. Seperti yang dibuktikan oleh Andi Amran Sulaiman dan keluarganya, ketika kita ikhlas, pintu pertolongan yang tak terduga akan terbuka. Inilah kekuatan yang menjadikan segala yang mustahil menjadi mungkin.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Rumah Lintas Provinsi, Incar Rumah Kosong dengan Ciri Lampu Teras Menyala
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali