Pemerintah Resmi Bangun Hunian Layak bagi Warga Pinggir Rel di Pasar Senen

- Sabtu, 25 April 2026 | 20:45 WIB
Pemerintah Resmi Bangun Hunian Layak bagi Warga Pinggir Rel di Pasar Senen

Jakarta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya blak-blakan soal rencana pemerintah membangun hunian layak buat warga yang selama ini tinggal di pinggir rel kereta api. Lokasinya? Di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pengumuman ini disampaikan pada Sabtu, 25 April 2026.

Program ini, kata Teddy, adalah tindak lanjut dari perintah langsung Presiden Prabowo Subianto. Idenya sederhana tapi berat: memperbaiki kualitas hidup masyarakat yang puluhan tahun hidup di lingkungan kumuh. Akses air bersih terbatas, sanitasi amburadul, fasilitas dasar macam listrik pun serba pas-pasan. Sudah waktunya berubah, begitu kira-kira pesan yang ingin disampaikan.

Nah, hari itu Teddy tidak sendirian. Ia datang bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin. Keduanya meninjau langsung lokasi pembangunan di sekitar Stasiun Pasar Senen. Menariknya, Presiden sendiri sudah lebih dulu menyambangi tempat yang sama pada 26 Maret 2026. Jadi semacam pemanasan, sebelum proyek benar-benar jalan.

“Lokasi hunian yang baru ini terletak sekitar 500 meter dari rel kereta Pasar Senen,” ujar Teddy, seperti dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet. Ia lalu merinci fasilitas yang bakal ada: hunian, MCK, air bersih, tempat ibadah, dan arena bermain anak. Lumayan lengkap untuk ukuran relokasi.

Di balik layar, pembangunan ini ternyata digarap cepat. Kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan sejumlah BUMN jadi kuncinya. Pemerintah tidak mau setengah-setengah, katanya.

Tapi Teddy juga sadar, ini baru permulaan. Penataan kawasan permukiman tidak layak akan dilakukan bertahap. Wilayah lain juga bakal kena giliran. Semua ini, menurut dia, bagian dari upaya menghadirkan hunian yang lebih manusiawi. Berkelanjutan pula. Bukan sekadar proyek dadakan yang habis manis sepah dibuang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar