Jalanan di Sulsel lagi bermasalah. Parahnya, ini terjadi di ruas-ruas vital yang bakal ramai dilintasi pemudik nanti. Lubang-lubang besar menganga, misalnya di jalur Makassar-Maros, Pangkep, hingga Barru. Titik-titik seperti Jalan Urip Sumohardjo dan Perintis Kemerdekaan di Makassar kondisinya memprihatinkan. Padahal, seperti kita tahu, arus mudik Lebaran 2026 tinggal hitungan hari.
Target Tutup Lubang: 10 Maret
Nah, menanggapi kondisi itu, pemerintah punya target. Indra Cahya Kusuma, sang Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, bilang semua lubang di jalan nasional ditargetkan tertutup paling lambat 10 Maret 2026. Pernyataan ini dia sampaikan usai rapat dengan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
“Secara umum tingkat kemantapan jalan sudah di atas 95 persen,” ujar Indra.
Dia memaparkan, dari total panjang jalan nasional sekitar 1.740 kilometer, kondisi sebenarnya masih tergolong baik. Namun begitu, dia mengakui ada beberapa bagian yang butuh perhatian khusus, terutama di koridor Makassar-Maros-Pangkep. Menurutnya, penanganan di area itu sudah ditangani tiga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Beberapa waktu lalu memang banyak muncul lubang di ruas tersebut. Penyedia jasa saat ini sudah bekerja menutup lubang-lubang itu,” jelasnya lagi.
Hujan Lebat dan Truk ODOL Jadi Tantangan
Tapi, usaha perbaikan ini nggak mulus-mulus amat. Ada dua hal yang jadi momok: cuaca dan kendaraan berat. BMKG sudah keluarkan peringatan, hujan lebat hingga sangat lebat bakal mengguyur Sulsel pada 10-12 Maret. Wilayah seperti Makassar, Maros, Pangkep, Gowa, dan Barru berpotensi kena dengan intensitas 50-100 mm per hari.
“Cuaca ekstrem ini bisa mempercepat kerusakan jalan dan memunculkan lubang-lubang baru,” kata Indra.
Belum lagi soal truk. Data BPTD menunjukkan, rata-rata ada 300 truk ODOL (over dimension over load) yang melintas tiap hari. Kombinasi antara hujan deras dan beban berlebih inilah yang bikin jalan cepat rusak.
Siaga 17 Posko dan Aspal Darurat
Untuk mengantisipasi hal darurat saat mudik, BBPJN Sulsel nyebar 17 posko di sepanjang jalan nasional. Posko-posko ini dilengkapi material sementara, kendaraan operasional, bahkan alat berat. Mereka juga siagakan 67 unit alat berat seperti ekskavator dan motor grader.
Material tambalan cepat seperti aspal dingin udah disiapin. Cuma, Indra ngakuin daya tahannya nggak sekuat aspal hotmix, apalagi kalo ujan-ujanan dan dilindes truk.
“Kalau kondisi darurat tetap kita tutup dengan tambalan cepat agar jalan tetap fungsional dilalui pemudik,” sebutnya. Intinya, yang penting bisa dipakai dulu.
Prediksi Pemudik Meningkat, Ada Bus Gratis
Sementara itu, dari sisi pergerakan, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman memprediksi ada kenaikan sekitar 20% pemudik dibanding tahun 2025. Kalo tahun lalu sekitar 4,5 juta orang, tahun ini bisa mencapai 5 hingga 6,1 juta orang. Mayoritas, sekitar 3,9 juta orang, diproyeksikan lewat jalur darat.
“Potensi puncak arus mudik diperkirakan sekitar 38 ribu orang per hari,” kata Andi Sudirman.
Nah, buat ngurangin risiko, Pemprov Sulsel nyiapin program mudik gratis. Ada bus untuk penumpang dan truk khusus buat angkut motor. Program ini terutama ditujukan buat pemudik yang tujuan jauh kayak ke Masamba atau wilayah utara Sulsel lainnya. Harapannya, dengan motor diangkut truk, pengendaranya nggak kelelahan di jalan.
Kebijakan lain yang bakal diterapin: pembatasan kendaraan besar mulai H-5 Lebaran. Aturan ini bakal berlaku 13 sampai 29 Maret, dengan pengecualian buat kendaraan pengangkut BBM, logistik bencana, dan bahan pokok. Semua upaya ini, tentu saja, demi lancarnya arus mudik di tengah kondisi jalan yang lagi rentan.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bersaksi di Sidang Korupsi Chromebook, Guru dan Saksi Ahli Bela Efektivitas Perangkat
Rem Truk Blong, Pengendara Motor Tewas di Jalan Padalarang–Cianjur
Pemprov Sulsel Biayai BPJS Ketenagakerjaan untuk 10.000 Nelayan dan Pekerja Informal demi Perluas Perlindungan Sosial
Ketua DPRD Magetan Ditahan Kejari, Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokir Capai Rp242 Miliar