Angka korban keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Mojokerto akhirnya dikunci. Pemerintah Kabupaten setempat memastikan totalnya mencapai 411 orang. Sebuah angka yang cukup besar untuk sebuah kejadian yang bermula dari program pemberian makan tambahan bagi anak-anak.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa atau yang akrab disapa Gus Barra, memberikan rinciannya. Dari ratusan korban itu, 334 orang sudah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka membaik. Namun begitu, masih ada 77 pasien yang harus menjalani perawatan inap di berbagai fasilitas kesehatan.
"Sekarang kami sudah menutup pasien dengan keluhan (keracunan) MBG karena masa inkubasi ini sudah lewat," ujar Gus Barra saat ditemui di RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari.
Ia menegaskan, jika ada keluhan baru setelah masa inkubasi berlalu, itu tidak lagi dihitung sebagai bagian dari kejadian ini. Penambahan terakhir tercatat tujuh orang, dan mayoritas korbannya adalah anak-anak. Meski begitu, beberapa orang dewasa juga ikut terdampak. Biasanya, mereka ikut mencicipi makanan yang dibawa pulang oleh anak-anak mereka.
Artikel Terkait
Greenland Tegaskan Setia ke Denmark, Tolak Isu Aneksasi AS
Satgas PKH Kuasai Jutaan Hektar Lahan, Denda Pelaku Sawit-Tambang Tembus Rp 5,2 Triliun
Antam Bantah Ledakan di Tambang Pongkor, Asap Tebal Ternyata dari Kayu Terbakar
Perpusnas Terpangkas Drastis, Anggaran Rp 377 Miliar Dinilai Tak Mampu Rawat Naskah Kuno