Angka korban keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Mojokerto akhirnya dikunci. Pemerintah Kabupaten setempat memastikan totalnya mencapai 411 orang. Sebuah angka yang cukup besar untuk sebuah kejadian yang bermula dari program pemberian makan tambahan bagi anak-anak.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa atau yang akrab disapa Gus Barra, memberikan rinciannya. Dari ratusan korban itu, 334 orang sudah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka membaik. Namun begitu, masih ada 77 pasien yang harus menjalani perawatan inap di berbagai fasilitas kesehatan.
"Sekarang kami sudah menutup pasien dengan keluhan (keracunan) MBG karena masa inkubasi ini sudah lewat," ujar Gus Barra saat ditemui di RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari.
Ia menegaskan, jika ada keluhan baru setelah masa inkubasi berlalu, itu tidak lagi dihitung sebagai bagian dari kejadian ini. Penambahan terakhir tercatat tujuh orang, dan mayoritas korbannya adalah anak-anak. Meski begitu, beberapa orang dewasa juga ikut terdampak. Biasanya, mereka ikut mencicipi makanan yang dibawa pulang oleh anak-anak mereka.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan