Herdman Buka Karier di Indonesia dengan Pendekatan Budaya

- Senin, 05 Januari 2026 | 08:45 WIB
Herdman Buka Karier di Indonesia dengan Pendekatan Budaya

PSSI akhirnya memutuskan. John Herdman, pelatih asal Inggris, resmi ditunjuk sebagai nahkoda baru Timnas Indonesia. Kontraknya berjalan dua musim, dengan opsi perpanjangan dua tahun ke depan jika segalanya berjalan baik.

Keputusan ini menutup pencarian pengganti Patrick Kluivert. Pelatih asal Belanda itu harus angkat koper di pertengahan Oktober 2025, tak lama setelah mimpi Piala Dunia 2026 kandas untuk Garuda.

Kini, sorotan beralih ke Herdman. Dan pria ini tampaknya tak main-main. Dia sadar betul, tanggung jawab yang dipikulnya bukan main: mengemban harapan ratusan juta rakyat. Maka, langkah pertamanya cukup mengejutkan sekaligus menarik. Herdman bertekad untuk tak hanya memahami taktik, tapi juga budaya Indonesia.

Baginya, chemistry dengan Skuad Garuda tak bisa dibangun hanya di lapangan hijau. Itu harus dimulai dari pemahaman yang lebih dalam.

"Karena menurut saya itu jelas merupakan bagian penting dari mempelajari budaya, yaitu sepenuhnya terlibat di dalamnya," ujar Herdman, seperti dilansir The Canadian Press News, Senin (5/1/2026).

"Anda benar-benar harus memahami orang-orang dan adat istiadatnya untuk menciptakan hubungan itu," katanya menambahkan.

Jelas, dia ingin membangun ikatan yang kuat. Bukan cuma dengan para pemain, tapi juga dengan lautan suporter yang penuh gairah.

Namun begitu, tugas berat sudah menanti di depan mata. Agenda Timnas Indonesia di tahun 2026 cukup padat. Mereka akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Maret mendatang. Lalu, ada sederet FIFA Match Day sepanjang tahun, dan puncaknya adalah Piala AFF 2026 yang digelar mulai akhir Juli.

Tapi sebelum semua itu, ada momen pengenalan yang tak kalah penting. John Herdman akan dipertemukan dengan publik Indonesia secara resmi pada 12 Januari 2026. Saat itulah, perjalanan panjangnya bersama Garuda benar-benar dimulai.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar