Warga Cilandak Keluhkan Kebisingan Lapangan Padel, Gubernur DKI Janji Tindaklanjuti

- Jumat, 20 Februari 2026 | 07:55 WIB
Warga Cilandak Keluhkan Kebisingan Lapangan Padel, Gubernur DKI Janji Tindaklanjuti

Suara raket yang menyentak, diikuti dentum bola menghantam kaca, lalu gemuruh sorak-sorai. Itulah soundtrack harian yang kini harus dialami warga di sekitar Jalan Haji Nawi, Cilandak. Bukan berasal dari jalan raya atau rel kereta, tapi dari aktivitas di sebuah lapangan padel yang baru beroperasi. Kebisingannya, kata mereka, merasuk hingga ke dalam rumah.

Idham, salah satu warga yang rumahnya bersebelahan dengan lapangan itu, menggambarkan situasinya dengan jelas. Suara itu, katanya, bukan sekadar lalu lalang biasa.

“Kebisingannya itu akumulasi. Setiap gesekan raket ke bola, lalu pantulannya ke kaca atau lantai lapangan, bahkan sering kena dinding rumah kami. Pantulan-pantulan itulah yang kemudian menggema dan menggaung ke segala penjuru,” ujar Idham, Jumat (20/2/2026).

Dia menyebut gaung itu terdengar di mana-mana. “Mulai dari halaman, kamar kami, kamar anak, sampai ruang tamu. Di setiap sela-sela rumah terdengar.”

Menurut Idham, sumber gangguan bukan cuma dari bola. Teriakan dan makian para pemain yang sedang euforia menambah tingkat kekacauan suara. Karakternya spesifik: frekuensinya tinggi dan sifatnya impulsif. Setiap pukulan menghasilkan sentakan bising yang tajam, berbeda dengan deru lalu lintas yang lebih konstan. “Ini menimbulkan gangguan yang nyata dan lumayan intens,” keluhnya.

Yang membuatnya kesal, proses pembangunan lapangan padel itu seolah berlangsung dalam keheningan. Idham mengaku sama sekali tidak mendapat sosialisasi atau pemberitahuan sebelumnya. Baik dari pengelola lapangan maupun pihak RT dan RW setempat.

“Tidak ada izin dan sosialisasi sama sekali. Entah itu rencana bangunan sebelah akan jadi lapangan padel atau apa,” tegasnya.

“Bahkan dari RT/RW juga belum pernah ada ‘sounding’. Malah kami yang reaktif, secara proaktif melaporkan sejak proses pembangunannya dimulai,” sambung Idham.

Keluhan ini sebenarnya sudah mencuat di media sosial. Seorang warga di Threads mengaku sudah melaporkan lewat aplikasi JAKI dan kanal resmi Pemprov DKI, bahkan menandai akun Gubernur Pramono Anung. Sayangnya, respons yang diharapkan tak kunjung datang.

Namun begitu, keluhan itu akhirnya terdengar juga. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan akan menindaklanjuti laporan warga. Rencananya, dia akan memanggil seluruh pengelola dan stakeholder terkait untuk membahas persoalan ini.

Pemanggilan direncanakan berlangsung minggu depan. Tujuannya jelas: memastikan semua perizinan dan operasional usaha itu sudah sesuai aturan main.

“Minggu depan saya akan mengundang seluruh stakeholder yang khusus berkaitan dengan izin padel ini. Saya minta dipresentasikan,” kata Pramono di Balai Kota.

Kini, warga seperti Idham hanya bisa menunggu. Menunggu apakah janji tindak lanjut itu akan membawa ketenangan kembali ke kamar dan ruang tamu mereka, atau suara bola menghantam kaca itu akan terus menjadi pengisi hari-hari mereka.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar