Washington D.C., Kamis lalu, pertemuan internasional yang membahas isu Gaza diwarnai sebuah interaksi yang cukup hangat. Di sela-sela forum serius itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pujian terbuka untuk Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Bukan sekadar basa-basi diplomatik biasa, pujiannya terdengar sangat personal.
“Dia adalah pria yang sangat saya sukai. Ia sangat tangguh. Saya tidak ingin berhadapan dengannya,” ujar Trump di hadapan para delegasi dalam forum Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP).
Kata-kata itu jelas terdengar oleh para hadirin. Trump menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang ia hormati, sosok yang tangguh. Bahkan, ia seolah mengisyaratkan bahwa berkonfrontasi dengan pria asal Indonesia itu bukanlah hal yang diinginkannya.
Usai acara, komentar Trump itu pun dibawa para wartawan kepada Prabowo. Bagaimana tanggapannya?
Alih-alih jawaban diplomatis yang panjang lebar, Prabowo justru merespons dengan santai. Saat seorang wartawan menanyakan, “Trump bilang takut sama Bapak?”, Prabowo hanya tertawa kecil.
“Enggak, enggak ada itu,” jawabnya singkat. Senyum mengembang di wajahnya, mencairkan kesan serius dari pertanyaan tersebut.
Selain pujian personal, Trump dalam pidatonya juga menyentuh soal tanggung jawab kepemimpinan Prabowo. Ia terkesan bahkan mungkin agak tercengang dengan skala negara yang dipimpinnya. Memimpin Indonesia dengan populasi hampir 280 juta jiwa, menurut Trump, jelas bukan pekerjaan mudah. Itu adalah beban yang sangat berat, dan ia mengakuinya.
Di sisi lain, forum BoP sendiri tentu punya agenda utama yang jauh dari sekadar pujian. Pertemuan itu membahas peran serta kontribusi berbagai negara untuk mendorong gencatan senjata di Gaza. Para pemimpin yang hadir sepakat, yang dibutuhkan sekarang adalah langkah konkret dan komitmen jangka panjang. Bukan sekadar kesepakatan damai sementara, tapi stabilitas yang adil dan berkelanjutan.
Namun begitu, di tengah pembahasan berat seputar konflik dan perdamaian, momen ringan antara Trump dan Prabowo itu sempat menyita perhatian. Ia menjadi sorotan kecil yang mencairkan ketegangan, mengingatkan bahwa di balik forum-forum resmi, ada dinamika manusiawi antar pemimpin yang kadang justru lebih menarik untuk diamati.
Artikel Terkait
KPK Buka Ruang Klarifikasi Proaktif untuk Menag Soal Penggunaan Jet Pribadi OSO
Jenazah Dua Remaja Korban Tenggelam di Sungai Grobogan Ditemukan Tim SAR
Kanselir Merz Dukung Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian Internasional di Gaza