MURIANETWORK.COM - Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah dua remaja yang hilang setelah tenggelam di Sungai Tunjungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kedua korban, Ady Aryaguna dan Levi Hengki Kurniawan, masing-masing berusia 15 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus deras saat bermain di sungai pada Rabu (18/2/2026) sore.
Kronologi Penemuan Korban
Operasi pencarian yang melibatkan Basarnas Pos SAR Jepara dan sejumlah elemen terkait difokuskan di aliran sungai di sekitar Dukuh Ngambleg, Desa Tunjungharjo. Pencarian yang melelahkan akhirnya membuahkan hasil setelah lebih dari sehari berlalu.
Korban pertama, Ady Aryaguna, berhasil dievakuasi pada Kamis malam pukul 21.15 WIB. Jenazahnya ditemukan mengambang di aliran sungai, sekitar 3,5 kilometer dari titik lokasi kejadian awal.
Tak lama setelahnya, tim berhasil menemukan korban kedua, Levi Hengki Kurniawan. Jenazahnya ditemukan pada Jumat dini hari, hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penemuan Ady, atau sekitar 3,6 kilometer dari tempat kejadian perkara.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengonfirmasi penemuan tersebut. "Korban Ady Aryaguna ditemukan dalam keadaan meninggal sejauh 3,5 km dari lokasi awal kejadian. Sedangkan korban Levi ditemukan 3,6 km dari TKP korban pertama pada Jumat dini hari," jelasnya.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Dengan telah ditemukannya kedua jenazah, operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai. Tim SAR yang telah bekerja keras segera membubarkan diri dan kembali ke satuan asal masing-masing.
Budiono menegaskan penutupan operasi tersebut. "Operasi SAR kami tutup, tim yang terlibat kembali ke satuan masing-masing,” ungkapnya.
Kedalaman Sungai dan Awal Mula Musibah
Musibah ini berawal ketika kedua remaja yang merupakan warga setempat itu bermain dan mandi di Sungai Tunjungharjo pada Rabu sore. Cuaca yang tidak menentu dan debit air yang meningkat diduga menjadi faktor penyebab. Mereka dikabarkan tidak menyadari bahwa arus sungai saat itu sedang sangat deras, sehingga dengan mudah terseret ke tengah dan hilang dari pandangan.
Kejadian ini kembali mengingatkan akan bahaya yang mengintai di perairan alam, terutama saat kondisi sungai tidak stabil. Kedalaman dan kekuatan arus sungai bisa berubah secara tiba-tiba, sering kali di luar perkiraan, sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra dari siapa pun yang beraktivitas di sekitarnya.
Artikel Terkait
KPK Buka Ruang Klarifikasi Proaktif untuk Menag Soal Penggunaan Jet Pribadi OSO
Trump Puji Prabowo sebagai Pemimpin Tangguh di Forum Perdamaian Gaza
Kanselir Merz Dukung Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian Internasional di Gaza