Istri Epy Kusnandar Ungkap Pesan Terakhir dan Permintaan Maaf di Tengah Duka

- Kamis, 04 Desember 2025 | 11:45 WIB
Istri Epy Kusnandar Ungkap Pesan Terakhir dan Permintaan Maaf di Tengah Duka

Udara di TPU Jeruk Purut, Kamis siang itu, terasa berat. Duka yang mendalam menyelimuti setiap sudut, menyaksikan kepergian seorang yang dicintai. Di tengah kerumunan keluarga dan sahabat, Karina Ranau berdiri. Dengan ketegaran yang luar biasa, istri yang telah mendampingi 22 tahun itu menyampaikan kabar duka yang memilukan.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un," ucap Karina, memulai ucapannya. Suaranya lirih namun jelas terdengar. "Telah berpulang orang yang kami cintai. Suami, ayah, bapak bagi kami semua. Beliau meninggal dunia kemarin, tepat pukul 14.30 siang."

Ia berbicara mewakili seluruh keluarga. Lebih dari itu, ia berbicara sebagai seorang istri yang kehilangan separuh hidupnya. Di tengah kesedihan yang tak terperi, Karina justru memohon maaf. Maaf untuk segala salah dan khilaf almarhum semasa hidupnya.

"Saya mewakili keluarga, sebagai istri yang menemaninya 22 tahun, mohon maaf," katanya, suaranya bergetar. "Kepada semua yang pernah mengenal suami saya, Papi kami. Jika ada kata, sikap, atau perbuatannya yang kurang berkenan, mohon dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya. Semoga perjalanannya lancar, diterima di sisi-Nya."

Namun begitu, di antara ungkapan maaf dan duka, ada rasa terima kasih yang tulus. Karina menyebut satu nama: Uwa Aris Nugraha, produser di balik kesuksesan sinetron "Preman Pensiun".

"Saya ingin berterima kasih kepada Uwa Aris Nugraha," ungkapnya. "Terima kasih, Wa. Namanya menjadi harum, menjadi besar berkat Anda. Semua orang kini mengenal kebaikannya."

Ia lalu mengenang sebuah percakapan personal dengan almarhum. Epy Kusnandar, sang suami, ternyata sempat gelisah dengan popularitasnya. Ia ingin dikenal sebagai dirinya sendiri, bukan hanya sebagai Kang Mus.

"Beliau pernah berkata pada saya, 'Aku ingin jadi Epy Kusnandar, Bun, tapi enggak bisa. Semua orang mengenal aku Kang Mus. Bisa nggak aku jadi manusia, seperti manusia biasa?'" tutur Karina, mengulang perkataan mendiang.

Ada firasat yang menggelayut, tiga hari sebelum kepergiannya. Karina menceritakan momen itu dengan detail yang mengharukan.

"Tiga hari sebelum dia pergi, dia menyampaikan pesan yang sama pada saya," lanjutnya. "Katanya, dia sudah berkhayal. 'Bun, nanti di Bandung, Papi sama Que akan selalu ada di samping di mana Uwa duduk. Papi enggak akan ke mana-mana'. Saya dan Uwa Aris pun bertanya-tanya, ada misteri apa di balik ini?"

Kegelisahan Epy di hari-hari terakhirnya juga menjadi beban di hati Karina. Ia pun memohon maaf khusus kepada Aris Nugraha.

"Uwa, maafin, Wa. Kemarin Papi gelisah sekali. Mohon dimaafkan. Dia ingin berangkat ke Jogja, tapi fisiknya memang sudah tidak kuat. Hampura, Wa. Mohon diikhlaskan."

Sebagai penutup, rasa terima kasih kembali ia sampaikan. Warisan Kang Mus, karakter yang melekat kuat di hati penonton, telah menjadi kenangan abadi. Bukan sekadar tokoh fiksi, tapi cerminan dari sosok di balik layar.

"Terima kasih, Uwa, telah mengharumkan nama suami saya. Kang Mus akan selalu dikenang. Selama dunia ini cerah, selama masih ada yang mengenalnya."

Kabar meninggalnya Epy Kusnandar sendiri pertama kali tersiar dari unggahan Karina di media sosial. Sebuah postingan singkat yang berisi kabar pilu dan doa. Epy berpulang pada pukul 14.24 WIB.

Perjalanan hidupnya tidak mudah. Tahun 2010, dia harus berjuang melawan tumor otak. Vonis dokter waktu itu cukup mengejutkan. Tapi Epy pantang menyerah. Dengan kombinasi pengobatan herbal dan medis, perlahan-lahan dia berhasil mengatasi penyakitnya. Bahkan bisa kembali aktif syuting, menghidupkan karakter Kang Mus yang legendaris itu.

Kini, perjalanan itu telah berakhir. Tapi seperti kata Karina, kenangan akan tetap hidup.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar