Kecelakaan Beruntun di Probolinggo Tewaskan Satu Keluarga dari Blitar

- Senin, 20 April 2026 | 09:30 WIB
Kecelakaan Beruntun di Probolinggo Tewaskan Satu Keluarga dari Blitar

Kecelakaan Maut di Probolinggo, Satu Keluarga dari Blitar Tewas Bersama

Suasana duka pekat menyelimuti Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Blitar. Sejak Minggu pagi (19/4/2026), rumah keluarga Sutrisno tak pernah sepi dari pelayat. Rupanya, kabar buruk telah tiba lebih dulu. Sutrisno (60), bersama istrinya Sri Budiyanti, dan kedua anak mereka, Devica Friskiara serta Giovano Malik Ibrahim, tewas dalam sebuah kecelakaan mengerikan di Probolinggo.

Peristiwa nahas itu terjadi di jalur selatan, tepatnya di Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegal Siwalan. Tengah malam yang sunyi pada Sabtu (18/4) lalu, tiba-tiba pecah oleh benturan keras. Mobil Toyota Vios yang mereka tumpangi terlibat dalam kecelakaan beruntun yang mematikan.

Menurut sejumlah saksi, suasana di lokasi benar-benar kacau. Mobil sedan itu ringsek parah. Tak ada waktu untuk menyelamatkan nyawa; keempat penumpangnya dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Kepala Desa Jeblog, Arba’ Hidayatullah, dengan suara berat menjelaskan rencana pemakaman.

“Jenazah akan kami salatkan di masjid dekat rumah korban, kemudian dimakamkan di pemakaman umum desa dalam satu liang lahat,” katanya.

Keputusan dimakamkan dalam satu lihat lahat itu seolah menyatukan mereka yang di dunia, hingga akhir hayat. Warga setempat pun bergotong royong, membantu keluarga yang tertinggal mempersiapkan segalanya. Di mata tetangga, Sutrisno dan istrinya adalah sosok yang sulit dilupakan. Sutrisno dikenal sebagai pengusaha pemotongan daging di Pasar Talun yang juga merambah bisnis mobil bekas. Sementara Sri, sang istri, punya reputasi sebagai ibu yang dermawan.

“Beliau berdua itu orangnya sangat baik, ramah ke siapa saja. Kalau ada tetangga butuh bantuan, pasti dibantu,” kenang seorang warga.

Lantas, bagaimana kecelakaan ini bisa terjadi? Keluarga itu disebut sedang dalam perjalanan pulang dari Banyuwangi usai menjenguk kerabat. Di sisi lain, polisi menyelidiki kronologi yang berawal dari sebuah truk trailer bermuatan tripleks.

Truk yang melaju dari arah selatan menuju Kota Probolinggo itu diduga mengalami rem blong saat melalui jalan menurun. Sopirnya, Cecep, mengaku kehilangan kendali.

Dia membanting setir, tapi malah menghantam mobil sedan berisi korban. Imbasnya dahsyat. Tidak berhenti di situ, truk yang tak terkendali itu masih melanjutkan ‘pembantaian’, menabrak dua mobil pikap, sebuah Toyota Hiace, dan sebuah sepeda motor sebelum akhirnya berhenti.

Kini, sopir truk telah diamankan. Penyidik masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan untuk memastikan titik terang penyebab pasti musibah ini. Sementara di Blitar, satu liang lahat telah menunggu untuk menyatukan kembali sebuah keluarga yang pergi terlalu cepat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar