Bibit Siklon Tropis 91S Mengancam, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

- Kamis, 22 Januari 2026 | 09:18 WIB
Bibit Siklon Tropis 91S Mengancam, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

Di tengah cuaca yang tak menentu, BMKG baru saja merilis peringatan penting. Mereka mengonfirmasi adanya Bibit Siklon Tropis 91S yang terbentuk di Samudera Hindia, tepatnya di sebelah selatan Nusa Tenggara Barat. Keberadaannya diprediksi bakal membawa pengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di Tanah Air dalam beberapa hari ke depan.

Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Kamis (22/1), bibit badai ini masih punya peluang untuk berkembang lebih kuat.

"Bibit Siklon Tropis 91S memiliki peluang sedang untuk menjadi siklon tropis dan bergerak perlahan ke arah selatan-tenggara dalam periode 24 jam ke depan," kata BMKG.

Meski begitu, dampaknya sudah bisa dirasakan secara tidak langsung. Wilayah-wilayah tertentu harus bersiap menghadapi cuaca ekstrem. Nusa Tenggara Barat, misalnya, berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur kemungkinan besar akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Tak cuma hujan, angin kencang juga mengancam. Wilayah NTB, Bali, dan sebagian Nusa Tenggara Timur seperti Pulau Sumba perlu waspada terhadap fenomena ini.

Kondisi perairan pun ikut terdampak. Untuk para nelayan dan pengguna kapal, ini perlu jadi perhatian serius. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan akan terjadi di Laut Bali, Laut Flores, serta Selat Bali dan Lombok. Bahkan, di beberapa lokasi lain, ombak bisa jauh lebih ganas.

Gelombang dengan ketinggian 2,5 sampai 4 meter berpotensi menerjang perairan selatan Jawa Tengah hingga NTT, Laut Sawu, serta bagian barat Laut Arafuru. Tak ketinggalan, Samudera Hindia di selatan Jawa Tengah hingga NTT juga akan mengalami kondisi serupa.

Menyikapi hal ini, BMKG tak henti-hentinya mengingatkan.

"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," imbau mereka.

Intinya, kewaspadaan ekstra sangat dibutuhkan. Cuaca sedang tidak bersahabat, dan antisipasi dini adalah langkah terbaik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar