Kawasan Teluk kembali memanas. Dalam rentang dua hari terakhir, setidaknya lima kapal menjadi sasaran serangan, menambah daftar panjang insiden yang mengganggu jalur pelayaran vital ini.
Rabu lalu, tiga kapal pertama dilaporkan terkena serangan di sekitar Selat Hormuz. Kapal pengangkut curah berbendera Thailand, Mayuree Naree, jadi salah satu korban. Menurut laporan, kapal itu terkena dua proyektil misterius yang langsung memicu kobaran api dan merusak bagian mesinnya.
Tak jauh dari sana, kapal kontainer One Majesty yang mengibarkan bendera Jepang juga mengalami kerusakan akibat serangan serupa di perairan dekat Uni Emirat Arab. Sementara itu, kapal Star Gwyneth berbendera Kepulauan Marshall dilaporkan mengalami kerusakan lambung setelah insiden di dekat Dubai.
Namun begitu, gelombang serangan ternyata belum berhenti. Hanya berselang beberapa jam, dua kapal tanker lagi menjadi sasaran, kali ini di perairan Irak. Keduanya adalah Safesea Vishnu (bendera Kepulauan Marshall) dan Zefyros yang berbendera Malta.
Artikel Terkait
Prabowo Perketat Pengawasan BUMN dan Danantara dengan Utusan Khusus
AS Tolak Pengawalan Militer di Selat Hormuz, 10.000 Awak Kapal Terjebak
Gejolak Harga Minyak Ancam BBM, Pengemudi Ojol Beralih Listrik Justru Tenang
Prabowo Serukan Penghentian Aksi Militer ke MBS, Siap Jadi Mediator