Saan Mustopa Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas di Tengah Rentetan OTT KPK

- Kamis, 12 Maret 2026 | 10:20 WIB
Saan Mustopa Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas di Tengah Rentetan OTT KPK
Peringatan Saan Mustopa Soal OTT KPK

Belakangan ini, operasi tangkap tangan KPK seolah tak henti menjerat kepala daerah. Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR RI, angkat bicara. Ia mengingatkan keras soal integritas dan pentingnya menahan diri dari tindakan koruptif.

"Soal penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan jelas, good governance, itu sangat penting," ujar Saan kepada para wartawan, Kamis (12/3/2026).

Nada suaranya tegas. Menurutnya, seorang kepala daerah memegang amanah rakyat. Tugas mereka adalah mengabdi dan melayani, bukan malah mencari keuntungan pribadi.

"Kesadaran untuk menjaga integritas dan kredibilitas itu nomor satu. Kemampuan menahan diri dari godaan korupsi juga mutlak," tegasnya.

Ia menambahkan, "Ini harus jadi komitmen bersama. Terpilih jadi kepala daerah itu artinya siap mengabdi. Bukan untuk cari rente atau keuntungan lainnya."

Di sisi lain, Saan tak lupa menyoroti peran pengawasan. Ia menilai, pengawasan dari berbagai instansi harus diperketat agar para pejabat tidak terjerembab dalam praktik kotor.

Tak hanya itu, partai politik pun mendapat sorotan. Saan yang juga Wakil Ketua Umum NasDem ini berharap rekrutmen kader untuk jadi calon kepala daerah lebih diperhatikan. Rekam jejak calon harus benar-benar diteliti.

"Partai politik punya peran krusial. Saat merekrut calon pejabat publik, faktor-faktor transaksional harus ditekan," katanya.

Ia melanjutkan, "Tujuannya jelas: mengurangi biaya politik yang membengkak. Biaya politik yang tinggi sering jadi pemicu transaksi balik setelah seseorang terpilih."

Peringatan Saan ini bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan. Kali ini yang terjaring adalah Bupati Rejang Lebong, Fikri Thobari, dari PAN.

Ini adalah OTT kedua dalam waktu singkat. Sebelumnya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dari Partai Golkar juga mengalami nasib serupa dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Rentetan kasus ini tentu mengundang keprihatinan. Dan menjadi pengingat pahit bagi siapa saja yang duduk di kursi kekuasaan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar