Kinerja Adira Finance sepanjang tahun lalu ternyata cukup solid. Ini sejalan dengan rampungnya proses merger dengan Mandala Multifinance. Merger itu sendiri sudah tuntas digarap.
Namun begitu, laba bersihnya ada di angka Rp1,54 triliun untuk 2025. Angka itu turun 15% dibanding tahun sebelumnya. Tapi perlu diingat, angka 2024 itu sudah disajikan ulang karena efek merger, yakni Rp1,81 triliun.
Laporan keuangan yang dirilis Kamis (19/2/2026) menunjukkan pendapatan perusahaan naik 2,9% secara tahunan, menjadi Rp12,1 triliun. Mayoritas pendapatan ini, sekitar Rp7,6 triliun, datang dari pembiayaan konsumen. Sementara itu, margin murabahah menyumbang Rp1,7 triliun.
Nah, dari segmen pembiayaan konsumen, yang paling dominan adalah pembiayaan sepeda motor. Nilainya mencapai Rp3,93 triliun. Disusul oleh barang tahan lama sebesar Rp2,1 triliun dan mobil di angka Rp1,5 triliun.
Sepanjang 2025, Adira menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp25,7 triliun. Hingga akhir tahun, total outstanding pembiayaannya membengkak jadi Rp60 triliun. Untuk piutang pembiayaan murabahah, angkanya berada di Rp5,5 triliun.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Akui Desain Coretax yang Sulit Picu Maraknya Joki Pajak
Ronaldo Diduga Ucapkan Bismillah Sebelum Eksekusi Penalti, Tuai Sorotan
Lurah Kalisari Minta Maaf, Petugas Diberi Sanksi Usai Unggah Foto AI untuk Laporan Parkir Liar
Libur Panjang Paskah 2026: 340 Ribu Penumpang Padati Kereta Jarak Jauh di Daop 1 Jakarta