Sudah lebih dari tiga dekade OREO menemani keluarga Indonesia. Kini, mereka kembali turun tangan di dunia pendidikan lewat program bernama 'OREO Berbagi Seru'. Tepat di momen Hari Pendidikan Nasional, inisiatif ini digulirkan untuk mendukung visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI: 'Pendidikan Bermutu untuk Semua'. Fokusnya jelas, soal pemerataan akses belajar.
Bekerja sama dengan Indonesia Mengajar, program ini menyasar 7.000 siswa di tujuh provinsi. Bukan cuma itu, mereka juga menjangkau wilayah 3T dan daerah marginal. Kegiatannya berupa edukasi dan pembagian alat pembelajaran, yang semuanya dibungkus dengan metode belajar sambil bermain. Di sisi lain, lebih dari seribu guru, orang tua, dan anggota komunitas turut dilibatkan. Tujuannya? Menciptakan ekosistem dukungan belajar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Anggya Kumala, Marketing Director Mondelēz Indonesia, menegaskan komitmen perusahaannya.
"Sebagai brand yang sangat dekat dengan keluarga Indonesia, OREO secara konsisten berkomitmen untuk berkontribusi di bidang pendidikan sebagai salah satu bekal penting yang mendukung kemajuan bangsa. Ini selaras dengan purpose OREO yaitu menghubungkan dunia melalui kegembiraan dengan mengubah proses belajar menjadi momen-momen penuh keseruan. Komitmen ini antara lain terwujud melalui penyelenggaraan program 'OREO Berbagi' sejak 2024, berupa rangkaian inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas, khususnya orang tua, guru dan anak, melalui kegiatan edukasi serta penyaluran donasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/4/2026).
"Dengan mengangkat tema 'OREO Berbagi Seru', tahun ini OREO ingin mendukung fokus Pemerintah. Kami berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di beberapa wilayah 3T dan marginal. Harapannya, para siswa bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan seru secara lebih merata dan inklusif. Sehingga mereka memiliki kesempatan setara untuk berkembang menjadi Generasi SERU – generasi masa depan yang mencerminkan karakter anak yang future-ready," sambungnya.
Ia berharap program ini bisa mendorong kolaborasi lintas pihak. Bukan cuma soal sekolah, tapi juga kualitas pendidikan secara keseluruhan.
"Semoga seluruh rangkaian edukasi dan pendistribusian bantuan dari program 'OREO Berbagi Seru' dapat menjadi wujud nyata dari pentingnya kolaborasi lintas pihak. Kita perlu saling berbagi peran dalam mendorong pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas dan tentunya seru. Agar bersama-sama kita dapat menumbuhkan lebih banyak Generasi SERU di Indonesia," tuturnya.
Dari pihak Kemendikdasmen, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., angkat bicara. Menurutnya, penguatan pendidikan karakter memang butuh kolaborasi, tidak bisa jalan sendiri.
"Upaya Kemendikdasmen RI untuk mewujudkan 'Pendidikan Bermutu untuk Semua' salah satunya dilakukan dengan memperkuat pendidikan karakter melalui gerakan '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat'. Sejalan dengan tagline Pak Menteri yaitu 'Partisipasi Semesta', pembangunan karakter ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Kami ingin berkolaborasi dengan lebih banyak pihak, termasuk dengan korporasi," katanya.
"Tidak hanya itu, selaras dengan salah satu concern Pak Menteri yaitu 3T atau wilayah yang akses pendidikannya sangat minimal, kami juga menginginkan kolaborasi yang semakin kuat dengan teman-teman korporasi untuk menyukseskan program di wilayah-wilayah ini, seperti yang dilakukan OREO," lanjutnya.
Ia menjelaskan, gerakan '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' sudah diintegrasikan dalam kurikulum nasional. Pendekatannya pakai deep learning yang menekankan pembelajaran dalam suasana menyenangkan, atau joyful. Namun begitu, implementasinya masih menghadapi tantangan. Terutama soal pemerataan akses dan kualitas pendidikan yang masih timpang.
Mariman pun mengapresiasi langkah OREO. Menurutnya, kontribusi seperti ini nyata dan dibutuhkan.
"Kemendikdasmen RI mengapresiasi langkah OREO yang turut menghadirkan kontribusi nyata pada program-program prioritas Pemerintah. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak luas, tidak hanya bagi anak dan warga sekolah namun juga untuk lingkungan, yaitu orang tua dan masyarakat. Kami mengucapkan selamat atas peluncuran program 'OREO Berbagi Seru'. Semoga inisiatif ini membawa keceriaan, harapan, dan semangat belajar bagi lebih banyak anak-anak Indonesia," tuturnya.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., menyoroti soal akses. Menurutnya, kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan jadi tantangan tersendiri.
"Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, akses pendidikan di sejumlah wilayah – terutama wilayah dengan keterbatasan akses dan tantangan geografis – masih perlu terus diperkuat. Di beberapa wilayah tersebut, anak-anak masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan serta akses terhadap media pembelajaran yang beragam," jelasnya.
"Saat ini, berbagai upaya terus dilakukan untuk memperluas akses terhadap fasilitas pendidikan, media pembelajaran, serta penguatan kapasitas guru agar mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif dan menyenangkan (joyful). Di sisi lain, peran orang tua juga terus didorong melalui peningkatan literasi dan dukungan sumber daya agar semakin optimal dalam mendampingi anak. Kesenjangan ini telah mempengaruhi hasil belajar, terutama di bidang Literasi, Numerasi, dan Sains. Data Program for International Student Assessment 2022 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-69 dari 80 negara di dunia dalam hal kemampuan membaca, matematika, dan sains. Untuk itu, Kemendikdasmen RI terus berfokus untuk mendorong pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program, salah satunya dengan penguatan kolaborasi lintas pihak dalam mendorong pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan menyenangkan (joyful) bagi lebih banyak anak Indonesia," sambungnya.
Lebih lanjut, Psikolog Anak dan Keluarga, Irma Gustiana A., A.Psi., M.Psi., memberikan pandangannya. Menurut dia, anak-anak zaman sekarang dituntut punya keterampilan yang jauh lebih kompleks.
"Perkembangan teknologi yang pesat, arus globalisasi, serta perubahan sosial yang terus terjadi telah membentuk dunia yang bergerak jauh lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Kondisi ini menuntut anak memiliki keterampilan yang lebih kompleks – seperti penguasaan karakter-karakter yang ada pada Generasi SERU yaitu: Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul – agar mereka mampu bertahan dan berkembang di masa depan," ungkapnya.
"Dalam hal belajar, teori psikologi dari Piaget menekankan bahwa anak bukan hanya menerima informasi, tetapi mereka membangun pengetahuan secara internal melalui interaksi dan eksplorasi. Untuk itu, dibutuhkan dukungan pendidikan yang relevan dengan dunia mereka yaitu melalui serunya bermain, sekaligus peka terhadap perkembangan zaman agar anak dapat mengasah kemampuan kognitif, sosial, dan emosional secara seimbang serta tumbuh menjadi individu yang tangguh dan berdaya saing," sambungnya.
Ada juga cerita dari Celebrity Mom, Ayu Dewi. Ia berbagi pengalaman pribadi mendampingi anak-anaknya belajar di rumah.
"Anak zaman sekarang nggak bisa disamakan dengan generasi dulu karena mereka hidup di dunia yang sangat dinamis dan full of challenges. Contohnya anak-anakku yang juga jadi bagian dari Generasi SERU. Di sekolah, mereka didorong untuk memahami konsep secara menyeluruh, dibimbing untuk mampu menerapkan pengetahuan secara berkelanjutan, membuat pilihan yang bertanggung jawab, sekaligus mampu berdiskusi serta berpikir kritis agar tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, penuh empati dan toleransi terhadap sekitar," ceritanya.
"Jadi, di rumah aku ikut mengutamakan proses belajar dua arah yang lebih interaktif. Contohnya dengan menerapkan pembelajaran sambil bermain supaya anak-anak dibiasakan berperan aktif dan kritis bertanya. Tapi aku sadar, hal ini adalah sebuah 'kemewahan' yang mungkin belum bisa dirasakan oleh semua anak. Untuk itu, salut untuk OREO dan program 'OREO Berbagi Seru'. Semoga akan semakin banyak anak Indonesia yang bisa ikut merasakan keseruan belajar sambil bermain!," tutupnya.
Nah, untuk implementasi program ini, sosialisasi penggunaan alat pembelajaran dilakukan lewat School Roadshow. Isinya program edukasi buat guru, orang tua, dan komunitas. Inisiatif ini sekaligus mendukung gerakan '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat', khususnya pilar 'Gemar Belajar'.
Selain itu, 'OREO Berbagi Seru' juga mengajak masyarakat berpartisipasi. Caranya? Lewat pembelian produk OREO. Sebagian keuntungan penjualan akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung program. Jadi, setiap bungkus OREO yang dibeli, ada sedikit kontribusi untuk pendidikan anak-anak Indonesia.
Artikel Terkait
Brimob Polda Metro Jaya Bersihkan Pasar Ciputat dan Saluran Air untuk Cegah Genangan
NAVI Mobile Legends Bungkam Geek Fam 2-0 Berkat Analisis Strategi Lawan
Polisi Masih Buru CCTV dan Pria Misterius Usai Wanita Lompat ke Jurang di Bogor
Dokter Bantah Mitos Anak Campak dan Cacar Tak Boleh Mandi: Justru Penting untuk Kebersihan Kulit